Amin Syam Sosialisasi Bahaya Narkoba di Enrekang

ENREKANG(Fajar) — Meski kasus Narkotika dan obat-obat berbahaya lainnya (Narkoba) sudah tidak ditemukan di Kabupaten Enrekang sejak tiga tahun terakhir, namun Gubernur Sulsel HM Amin Syam tetap melakukan sosialisasi di daerah itu.Sosialisasi yang dirangkaikan dengan pembukaan Lomba Da’i Cilik dan Remaja se Kabupaten Enrekang, dilaksanakan di Gedung Natiro Mata Enrekang, Jumat 31 Agustus, malam.

Amin Syam mengatakan, Massenrempulu memang dikenal sebagai daerah aman dari narkoba dan Miras. “Itu karena ada perda yang dikeluarkan pemerintah setempat tentang larangan narkoba dan miras,” ujarnya.

Namun kata Amin, bukan berarti masyarakat Enrekang sudah tidak ada yang mengomsumsi narkoba dan miras. “Pasti masih ada masyarakat Enrekang yang suka Narkoba dan Miras, hanya memang tidak tampak, atau paling tidak sudah bisa diminimalkan,” tandasnya.

Amin menambahkan, 75 persen dari penderita HIV/AIDS di Indonesia, disebabkan karena barang haram itu, dan anehnya kata dia, meski obat HIV/AIDS belum ditemukan, namun masih banyak remaja bahkan orang tua yang berani mengomsumsi narkoba.

“Bagaimana kalau sudah ada obat HIV, saya tidak tahu bagaimana jadinya negeri ini,” ungkap Amin, di hadapan peserta yang didominasi oleh siswa-siswa se Enrekang.

Khusus untuk Sulsel lanjutnya, penderita HIV/AID pada tahun 2002 lalu hanya 48 orang, namun data tahun 2007, jumlahnya melonjak. “Ini sudah sangat memperihatinkan, dan menjadi masalah bangsa, maka itu dibutuhkan kesadaran semua pihak untuk menghindarkan generasi kita dari penyakit mematikan ini,” kuncinya. (k4)