Gara-gara Program yang Tak Jelas

ENREKANG(Fajar) — Ratusan petani bawang dan sayur-sayuran di Kabupaten Enrekang harus mengurungkan niatnya untuk memperoleh dana bantuan pra dan pasca panen yang disediakan oleh pemerintah setempat. Pasalnya dana sebesar Rp1,4 Miliar itu, kini dialihkan menjadi dana program penggemukan sapi.
Ini merupakan keputusan yang dinilai sepihak, karena eksekutif mengalihkan dana tersebut tanpa sepengetahuan DPRD. Kepala Bidang Peternakan Dinas pertanian kabupaten Enrekang, drh Junwar Syahrir yang dikonfirmasi Fajar, Minggu 9 September membenarkan pengalihan penggunaan dana pra dan pasca panen yang disiapkan dalam APBD 2007 tersebut.

Junwar berdalih, pengalihan penggunaan dana tersebut, dilakukan karena pemerintah
daerah kata dia, setelah melakukan pengkajian, melihat tidak efektif lagi jika dana tersebut diberikan kepada kelompok tani sayur-sayuran.

“Tahun 2006 lalu, dana bantuan pra dan pasca panen itu kita berikan kepada kelompok petani bawang dan sayur-sayuran, termasuk peternak ayam. Tahun ini kita melihat itu tidak efektif lagi, makanya kita alihkan menjadi dana program penggemukan sapi,” jelas Junwar.

Dinas peternakan lanjutnya, mengacu pada asas kehati-hatian dan pemanfaatan dana tersebut, sehingga memutuskan untuk mengalihkannya. “Dana tersebut kan harus dikembalikan pada tahun yang sama, kalau diberikan kepada kelompok petani, maka dikhawatirkan mereka tidak mampu lagi mengembalikannya,” paparnya.

Lagi pula lanjut Junwar, program penggemukan sapi itu hanya berlangsung enam bulan.
Sekretaris Komisi II DPRD Enrekang, Nur Syamsi, yang membidangi anggaran menyayangkan pengalihan dana tersebut, karena eksekutif kata dia, tidak melakukan konsultasi terlebih dahulu terhadap DPRD.

“Harusnya pengalihan penggunaan dana itu terlebih dahulu dikonsultasikan ke DPRD, berdasarkan prinsip akuntabel keuangan,” kata Nur Syamsi. Legislator Partai Amanat Nasional itu berjanji dalam waktu dekat akan mengundang Dinas Pertanian Enrekang, guna mengklarifikasi hal ini.

Sebelumnya dalam rapat parupurna di DPRD, beberapa fraksi mendesak eksekutif agar segera menyalurkan dana bantuan pra dan pasca panen tersebut, karena sangat dibutuhkan masyarakat.

Namun Dinas Pertanian justru mengambil keputusan sepihak dengan mengalihkannya menjadi dana penggemukan sapi. (k4)

Iklan