ENREKANG(Fajar) — Pasien diare yang dirawat di Rumah Sakit Umum Masserempulu Enrekang, dalam empat bulan terakhir, mulai menunjukan peningkatan yang signifikan. Namun hal ini belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).Dari data yang ada di bagian surveilans RSU Massenremnpulu, pada bulan Juni 2007, pasien diare yang dirawat rumah sakit Massenrempulu hanya 26 orang, pada bulan Juli bertambah menjadi 28 orang, dan pada Agustus meningkat menjadi 44 orang.

“Untuk bulan September ini, hingga tanggal 12 sudah tercatat 17 orang pasien diare yang kita rawat,” ujar Kepala Bidang Surveilans, Adolfina kepada wartawan, Senin 17 September.

Data ini kata Adolfina, baru sebatas pasien yang dirawat di RSU Massenrempulu, belum termasuk pasien yang dirawat di tiap-tiap Puskesmas yang ada di Massenrempulu.

Direktur RSU Massenrempulu Dr Muh Yamin mengatakan bahwa munculnya penyakit diare lebih disebabkan oleh kadar kebersihan air serta makanan yang dikonsumsi setiap harinya.

Dan pada bulan mendatang lanjutnya, penyakit ini diperkirakan akan lebih meningkat seiring dengan perubahan musim.

“Tidak lama lagi masuk kemarau, jadi ini diperkirakan meningkat lagi, karena masyarakat akan kesulitan mendapatkan air bersih, khususnya yang ada di daerah terpencil,” kata Muh. Yamin.

Muh. Yamin juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan makanan yang akan dikonsumsi, terutama pada saat musim kemarau nanti. (k4)

Iklan