ENREKANG–Ketua Komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD Kabupaten Enrekang, Drs Andi Natsir mengatakan bahwa pembahasan draft Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) sudah sangat telat. Hal ini akan berpengaruh pada pelaksanaan anggaran berjalan.Dia menjelaskan, meski sudah memasuki bulan September, namun sampai saat ini draft APBD-P tersebut belum diserahkan ke dewan, sementara untuk membahas APBD-P di tingkat legislatif, diperlukan waktu yang cukup lama.

“Anggaplah draf APBD-P itu diserahkan ke legislatif awal Oktober, untuk merampungkan itu tentunya anggota dewan membutuhkan waktu paling tidak sampai satu bulan, artinya APBD-P ini baru bisa ditetapkan sekitar November, dan baru
dapat berjalan pada akhir November.

Artinya hanya satu bulan lebih yang digunakan untuk menjalankan program, ini sangat tidak efektif,” jelas Andi Natsir, baru-baru ini.

Dia mengatakan bahwa sangat tidak masuk akal jika hanya satu bulan lebih unit kerja sudah mampu menyelesaikan program yang diusulkan dalam APBD-P itu. Apalgi kata legislator Partai Golkar itu, agenda ke depan semakin padat, karena eksekutif juga harus segera menyiapkan pembahasan APBD 2008, yang ditargetkan harus ditetapkan pada Desember 2007.

“Jadi agenda semakin bertumpuk karena selain membahas APBD Perubahan, eksekutif dan legislatif juga harus membahas APBD 2008, ini karena kesalahan manajemen,” paparnya.

Menurut dia, seharusnya eksekutif lebih fokus dulu terhadap pembahasan APBD-P, ketimbang menyelesaikan Ranperda pemekaran 17 desa dan satu kecamtan. “Pemekaran itu kan tidak mendesak, harusnya eksekutif menyelesaikan
dulu APBD-P, baru memikirkan masalah pemekaran itu,” ungkapnya. (k4)