1.092 Guru di Enrekang Belum Sarjana

ENREKANG — Proses sertifikasi guru di Kabupaten Enrekang dipastikan mengalami hambatan dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Ini karena jumlah guru yang belum mengantongi jazah Strata satu (S1) di Bumi Massenrempulu masih cukup banyak.Kepala Bidang Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Enrekang, Drs Muh Suaib kepada fajar, Senin 24 September mengatakan bahwa, dari total 2.439 guru yang berstatus PNS di Kabupaten Enrekang, 1.092 di antaranya belum mengantongi ijazah S1.

Sementara syarat untuk mendapatkan sertifikasi kata dia, harus berpendidikan minimal S1. Hal inilah katanya yang akan memperlambat proses sertifikasi di Enrekang, karena guru yang belum S1 harus melanjutkan pendidikannya terlebih dahulu.

Muh Suaib menambahkan, pemerintah pusat memang menyiapkan anggaran untuk menyekolahkan guru yang belum sarjana S1, namun lanjutnya, kuota yang diberikan ke Kabupaten cukup sedikit.

“Tahun ini saja, kuota tenaga guru untuk Enrekang yang akan mengikuti program pendidikan lanjutan hanya 199 orang, sementara target sertifikasi ini akan berakhir pada tahun 2014 nanti. Tapi mudah-mudahan guru kita sudah tersertifikasi semua hingga batas waktu itu,” ungkapnya.

Untuk tahun 2006 lalu, tenaga guru Enrekang yang mengikuti sertifikasi hanya 21 orang, dua orang di antaranya masih diwajibkan untuk mengikuti Diklat Pendidikan Guru (DPG) dan satu lagi masih harus mengikuti verifikasi ulang untuk mendapatkan sertifikat sebagai syarat untuk memperoleh tunjangan sertifikasi.

“Untuk tahun 2007, kuota kita untuk sertifikasi ini 224 orang, namun hasil pemeriksaan portofolionya belum rampung, sehingga belum diketahui berapa yang lulus sertifikasi,” kuncinya.(k4)

Iklan