ENREKANG — Sengketa tapal batas antara Kabupaten Enrekang dengan Kabupaten Sidrap dan Enrekang dengan Kabupaten Pinrang, sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir, namun hingga saat ini belum menemui titik terang.Untuk itu, pemerintah Kabupaten Enrekang mendesak kepada Topdam (Topografi Kodam) VII Wira Buana untuk segera turun ke lapangan menyelesaikan masalah ini. Hal ini disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Enrekang, M. Amiruddin, kepada Fajar, di DPRD Enrekang, kemarin.

Amiruddin menuturkan, sengketa tapal batas dengan kedua Kabupaten tetangga itu (Sidrap, Pinrang) merupakan hal yang sangat mendesak untuk diselesaikan, karena lanjut dia sudah beberapa kali kedua belah pihak melakukan pertemuan, namun belum juga menemukan kesepakatan.

“Kita sudah berulang kali melakukan pertemuan, namun belum menghasilkan keputusan, makanya kita sepakat dengan Sidrap dan pinrang untuk menyerahkan maslah ini ke Topdam, itu juga atas petunjuk dari pemerintah Provinsi,” kata  Amiruddin.

Dia menjelaskan, alasan sehingga Topdam yang ditunjuk untuk menyelesaiikan sengketa ini, karena Topdam memiliki peralatan yang memadai, serta lebih banyak mengetahui tentang batas wilayah sebuah daerah.

Pemkab Enrekang lanjutnya sudah berkali-kali menemui bahkan menyurati Topdam agar segera turun ke lapangan, namun samapi sat ini belum juga berbuat apa-apa. Dari segi angagran kata Amiruddin, Pemkab Enrekang termasuk Sidrap sudah menganggarkan dalam APBD 2007 ini.

“Anggaran sudah kita siapkan, kita sisa menunggu tim dari Topdam, 2007 ini kita menganggarkan Rp 450 juta untuk penyelesaian sengketa perbatasan itu,” kuncinya. (k4)