ENREKANG — Wilayah Kabupaten Enrekang yang didominasi oleh bukit dan pegunungan , membuat sebagian besar wilayah itu rawan terjadi bencana longsor.Hasil penelitian yang dilakukan oleh Divisi kajian bencana alam Pusat Kajian dan Pengembangan Geografi Terapan (PKPGT) jurusan Geografi Universitas Negeri Makassar, berhasil memetakan daerah yang rawan bencana tana longsor di Massenrempulu.

Menurut Ucha Sideng, S.Si, M.Si selaku konsultan penelitian dari PKPGT tersebut, dari enam Kecamatan yang diteliti, semua masuk dalam zona rawan bencana. Kecamatan
tersebut yakni Kecamatan Enrekang, Maiwa, Alla, Anggeraja, Baraka serta Kecamatan Cendana.

Kecamatan ini katanya memiliki potensi yang sangat tinggi akan terjadinya bencana longsor, terutama pada saat terjadi hujan. Selain karena faktor kemiringan tanah, juga karena faktor pelapukan batuan yang sudah semakin tebal.

Ucha menguraikan, untuk Kecamatan Alla, daerah yang paling tinggi potensinya terjadi longsor berada pada Desa Benteng Alla Dusun Ledan, Desa Mata Allo serta Baroko dan Desa Tongko.

Wilayah perbatasan antara Enrekang dengan Kabupaten Toraja juga masuk dalam kategori sangat rawan longsor, tanah di wilayah ini katanya sudah mengalami pergeseran hingga 15 cm. Selengkapnya lihat tabel.

Pihaknya juga menyarankan kepada pemerintah daerah agar dalam melakukan kegiatan pembangunan infrastruktur, benar-benar memperhatikan faktor risiko bencana, baik longsor maupun banjir.

“Yang paling penting adalah pemukiman yang masuk dalam zona bahaya longsor, agar waspada saat hujan turun,” ujar Ucha saat memaparkan hasil penelitiannya di hadapan para camat dan pejabat daerah di ruang pola kantor bupati Enrekang, Kamis 4 Oktober. (k4)