ENREKANG(Fajar)– Masyarakat Kabupaten Enrekang nampaknya mulai berpikir untuk tidak bergantung pada bahan bakar minyak tanah untuk kebutuhan memasak. Salah satu sumber bahan bakar yang kini sudah mulai dilirik adalah kompor yang berbahan bakar biogas.Kompor tersebut dapat dinyalakan dengan menggunakan bahan bakar gas dari kotoran ternak sapi. Bagaimana caranya?

Untuk mengoperasikan kompor tersebut, warga hanya membutuhkan kotoran sapi yang dimasukan ke dalam sebuah tabung plastik berukuran sekitar 1x 2 meter.

Kotoran sapi tersebut diolah dalam tabung yang disebut sebagai tabung reaktor itu. Tabung itu berfungsi untuk memisahkan gas yang terkandung dalam kotoran sapi,
kemudian dialihkan dengan menggunakan selang biasa ke tabung kedua.

“Tabung kedua ini yang juga terbuat dari bahan plastik, merupakan tabung yang berfungsi untuk menampung gas hasil olahan dari tabung reaktor.

Dari tabung penampungan gas, kemudian dialirkan ke kompor dengan menggunakan selang biasa, setelah itu, maka kompor sudah bisa menyala,” ujar salah satu warga pengguna kompor biogas, Isran, kepada wartawan, kemarin.

Warga Desa Pinang Dusun Lekkong Kecamatan Enrekang itu mengatakan, selain prosesnya yang cukup praktis, nyala kompor berbahan bakar biogas itu juga jauh lebih
bagus dari kompor biasa, karena nyala apinya kata dia tidak menimbulkan asap.

Gas yang bersumber dari kotoran sapi sekitar 20 kilogram lanjutnya, itu sudah bisa menghasilkan gas yang dapat digunakan memasak selama dua hari. “Jadi sangat
menguntungkan,” paparnya.

Tim Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian Enrekang, Sanusi mengatakan bahwa, jumlah pengguna kompor biogas di kabupaten Enrekang saat ini baru sekitar 12 kepala keluarga, dan pada tahun 2008 nanti, ditargetkan akan bertambah lagi.

Bahkan lanjutnya, pemerintah daerah telah menunjuk Dusun Lekkong sebagai daerah percontohan Dusun mandiri energi.

“Jadi pada 2009 nanti, kita targetkan semua warga Dusun Lekkong sudah menggunakan kompor biogas, tidak lagi tergantung pada minyak tanah,” kuncinya.(k4)