Pemda Perketat Izin Penebangan Kayu

ENREKANG — Bupati Enrekang H. La Tinro La Tunrung menegaskan bahwa kondisi hutan Kabupaten Enrekang saat ini, sudah sangat hancur, dan memperihatinkan.Hal ini disampaikan La Tinro dalam pertemuan antara kelompok tani dan para koordinator penyuluh pertanian se Kabupaten Enrekang yang berlangsung di ruang rapat kantor Kehutanan dan Perkebunan Enrekang, Selasa 30 Oktober.

La Tinro mengatakan bahwa saat ini Enrekang mengalami kerusakan hutan sudah cukup parah, sehingga diperlukan kerja keras dari semua steakholder untuk melestarikannya kembali.

Dia juga mengungkapkan bahwa bencana alam yang sering terjadi di Bumi Massenrempulu selama ini, disebabkan karena kerusakan hutan, dan itu lanjutnya, diakibatkan oleh ulah tangan masyarakat sendiri.

“Jadi ulah kita sendiri yang mengakibatkan bencana bencana,” ungkapnya. Untuk itu, pemerintah daerah kata dia, juga telah memperketat aturan penebangan kayu di Enrekang, sehingga jika ada masyarakat yang ingin menebang pohon, harus seizin pemerintah.

La Tinro juga mengakui jika Dinas Kehutanan Enrekang selama ini, kurang aktif dalam melakukan sosialisasi tentang izin penebangan kayu tersebut, sehingga terkadang masyarakat menilai pemerintah telah melarang sama sekali masyarakatnya untuk menebang kayu.

“Saya tidak pernah melarang masyarakat menebang kayu, tapi harus ada izinnya, izin itu boleh dikeluarkan oleh camat,” kata La Tinro.(k4)

Iklan