ENREKANG — Para pedagang yang menjual di pasar sentral Sudu Kecamatan Alla, mendesak kepada pemerintah setempat agar kios pasar yang telah rampung pembangunannya, segera dibagikan kepada pedagang.Alasannya, kondisi pasar saat ini makin semrawut lantaran para pedagang saar ini, hanya memanfaatkan emper-emper kios sebagai tempat berjualan.

Dalam menjajakan barang dagangannya, ratusan pedagang di pasar tersebut terpencar ke sudut-sudut kios. Kondisi ini juga makin mempersempit ruang gerak pedagang dan pembeli, lantaran sempitnya lokasi pasar.

Samur, salah seorang edagang elektronik, yang ditemui wartawan di tempat jualannya di Pasae Sudu kemarin mengemukakan bahwa agar kondisi pasar tidak semrawut lagi, maka tidak ada jalan lain kecuali bangunan yang telah rampung pekerjaannya, segera dibagikan ke pedagang, berdasarkan daftar yang sudah ada.

“Selain itu, kalau kita melihat suasana dan situasi pasar sekarang, itu sangat tidak menguntungkan bagi kami, karena selain lokasi jualan yang susah dijangkau pembeli, juga tempatnya sangat sempit.

Makanya kami minta supaya pemerintah segera melakukan pembagian kios, sesuai dengan daftar penerima yang ada,” kata Samur.

Hal serupa dikeluhkan Ambe Baena, salah satu pemilik penggilingan kopi di pasar Sudu. Menurut dia, kesemrawutan pasar disebabkan karena terpencarnya para pedagang dalam menjajakan barang dagangannya, sehingga hal ini harus segera diatasi dengan memanfaatkan kios yang telah dibangun.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perekonomian Daerah (PPD) Enrekang, Drs Irfan Barung mengatakan bahwa belum dibagikannya kios di pasar Sudu tersebut, kepada para pedagang, disebabkan karena pemerintah masih sedang melanjutkan pembangunan kios tambahan.

“Nanti setelah rampung secara keseluruhan pembangunannya, baru kita bagikan, rehabilitasi pasar Sudu memang dianggarkan dalam dua tahun anggarean, yakni 2006 dan 2007,” ujarnya singkat. (k4)

Iklan