ENREKANG(Fajar) — Dua proyek bernilai miliaran rupiah yang sementara dikerjakan di Kabupaten Enrekang saat ini, dikhawatirkan tidak akan rampung sesuai dengan kontrak kerja yang ada. Proyek tersebut antara lain, pembangunan tambahan rumah sakit Massenrempulu dan pembangunan ruko pasar sentral Enrekang.Kedua proyek tersebut harus rampung pada akhir Desember nanti, sesuai dengan kontrak kerja yang ada. Namun kenyataan di lapangan, kedua proyek tersebut, belum mencapai 80 persen, sementara waktu yang tersisa, tinggal dua bulan lagi.

Untuk menghindari denda akibat keterlambatan pekerjaan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Enrekang, Ir Sugihardjo mengatakan bahwa, pihaknya telah memerintahkan kepada rekanan dan konsultan kedua proyek tersebut, untuk mempekerjakan buruhnya siang malam.

Tak hanya itu, para rekanan juga diminta untuk menambah jumlah tenaga buruhnya. Hal ini dilakukan kata dia, karena kemajuan fisik kedua proyek tersebut, belum mencapai 80 persen.

Khusus untuk proyek pembangunan tambahan rumah sakit Massenrempulu kata Sugihardjo, yang menggunakan anggaran sebesar Rp5,5 Miliar, pembangunan fisiknya baru mencapai 60 persen, sementara instalasi lainnya baru sekitar 40 persen.

Begitu pun dengan pembangunan pasar sentral Enrekang, saat ini baru mencapai sekitar 60 persen. “Tapi kita optimis bisa selesai tepat waktu, dengan cara menambah jumlah buru dan bekerja secara lembur,” kata Sugihardjo, kemarin.

“Kita telah menggenjot pekerjaan dilapangan siang malam,” tambah Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas PU Enrekang, Werang Umar. (k4)