Pelaku Gunakan Racun Babi

ENREKANG(Fajar) — Kasus pencurian hewan ternak di Kabupaten Enrekang, dalam satu bulan terakhir kembali marak. Dalam melakukan aksinya, pelaku menggunakan racun babi untuk melumpuhkan sapi peliharaan warga.Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Enrekang, drh Junwar yang dikonfirmasi Fajar di ruang kerjanya mengatakan bahwa, sedikitnya sudah empat ekor sapi peliharaan warga yang ditemukan mati secara mendadak di daerah Maiwa, perbatasan dengan Kabupaten Sidrap.

Dia menjelaskan, dari hasil penelitian, pihaknya menemukan bungkusan racun yang ada dalam bagian perut sapi, sehingga dicurigai sapi tersebut mati karena diracun.

Anehnya lagi kata dia, pemilik sapi tersebut mengaku didatangi oleh orang yang tidak dikenal sesaat setelah sapi itu mati. Orang tersebut lanjut Junwar menawar sapi tersebut untuk dibeli.

“Jadi kalau sapi itu sudah mati, pelaku datang ke pemilik sapi itu untuk membeli bangkainya, kalau sudah mati kan harganya juga murah,” ungkapnya lagi.

Sindikat seperti ini diduga tidak hanya beraksi di Kabupaten Enrekang, tapi juga di Kabupaten Sidrap. Ironisnya, bangkai sapi yang dibeli tersebut, dijual lagi ke daerah lain.

Sapi yang menjadi target pelaku kata Junwar, adalah sapi yang berada di pinggir jalan. “Jadi ada yang lewat memberikan racun ke sapi tersebut, setelah diperkirakan akan mati, maka mereka akan mendatangi pemiliknya untuk membeli bangkainya,” paparnya lagi.

Aksi pencurian dengan menggunakan racun kata Junwar, paling sering terjadi pada saat harga daging melonjak.

“Seperti pada saat mau lebaran kemarin, ada empat ekor sapi di Kecamatan Maiwa yang mati mendadak, dan itu diakibatkan oleh racun, karena sebelum mati, mulutnya mengeluarkan busa dan sapi tersebut gemetar,” paparnya.

Junwar mengaku telah melaporkan hal ini ke pihak kepolisian, untuk mengusut sindikat pencuri ternak tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertanian A Rudianto. Dia mengimbau kepada para peternak untuk lebih berhati-hati dan mengefektifkan ronda malam.(k4)