ENREKANG(Fajar) — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang, dr H A Iriany, mengimbau kepada masyarakat Massenrempulu untuk mewaspadai penyakit Demam Berdarah, seiring dengan adanya perubahan cuaca.Apalagi dengan ditemukannya satu kasus DBD yang meninggal di RSU Massenrempulu baru-baru ini. Iriani mengatakan bahwa, penyakit DBD biasanya mulai mewabah pada saat terjadi perubahan cuaca, misalnya dari musim hujan ke musim panas, sehingga semua masyarakat diminta untuk waspada dan menjaga kebersihan.

Iriani menjelaskan bahwa, beberapa daerah di Kabupaten Enrekang yang selama ini menjadi endemik DBD, seperti di daerah Kabere, khususnya di sekitar Garege. Bahkan pada tahun lalu kata dia, kasus DBD di daerah tersebut, masuk kategori KLB (Kejadian Luar Biasa).

“Itu karena daerah Garege banyak kandang sapi milik peternak, yang kotorannya dialirkan ke sekitar rumah penduduk,” ujar mantan Dirut RSU Massenrempulu itu, kepada wartawan, Kamis malam.

Sementara daerah Duri komplek kata dia, saat ini masih dikategorikan aman, karena kondisi lingkungan yang agak mendukung. Pihak Dinas Kesehatan lanjutnya, juga telah melakukan langkah antisipasi dengan aktif melakukan penyuluhan hingga tingkat Puskesmas.

Mengenai adanya pasien DBD yang meninggal dunia baru baru ini, Iriani menegaskan bahwa itu semata-mata karena pasien tersebut lambat ditangani tim medis. “Sebelumnya pasien tersebut hanya berobat ke dukun kampung, nanti setelah kondisinya makin memburuk, baru dirujuk ke Puskesmas dan rumah sakit,” kuncinya. (k4)