ENREKANG — Hingga memasuki triwulan ke tiga Tahun 2007 ini, daya serap anggaran Pemkab Enrekang, pada pos belanja langsung atau modal, yang terkait dengan proyek fisik, baru mencapai 29.6 persen, atau sekitar Rp56.664.479.898.Jika ditotalkan, maka realisasi anggaran Pemkab tahun 2007, baru sekitar 60 persen, karena realisasi belanja tidak langsung, sampai saat ini juga baru sekitar 70 persen atau 131.121.802.976. Kondisi ini mengakibatkan tingginya dana yang mengendap di kas daerah, yakni sekitar Rp13 miliar lebih.

Kepala Bidang Pengeluaran Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Enrekang, Drs Imran Mazmur yang dikonfirmasi Fajar kemarin, tidak menampik hal ini. Dia menjelaskan, dana yang mengendap di kas daerah saat ini, masih sekitar 40 persen, atau sekitar Rp13 miliar lebih.

Dana ini lanjut dia, harusnya sudah beredar dimasyarakat, namun karena daya serap anggaran yang kurang optimal, sehingga masih mengendap di kas daerah.

“Idealnya, realisasi anggaran sudah berada pada kisaran 80-90 persen, tapi ini baru 60 persen. Ini disebabkan karena ada dua kemungkinan,” ungkapnya. Yang pertama menurut dia, banyak rekanan yang mengerjakan proyek fisik, belum mencairkan dananya meski pekerjaannya sudah berjalan.

“Harusnya kan setiap rekanan melakukan pencairan dana setiap ada kemajuan fisik pekerjaannya, tapi ini tidak, mereka baru melakukan permintaan setelah pekrjaannya rampung 100 persen,” tegasnya.

Dan yang kedua lanjutnya, bisa juga disebabkan karena proyek fisik di lapangan memang masih banyak yang belum rampung. Sehingga penyerapan anggaran juga terhambat. (k4)

Iklan