ENREKANG — Jika Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin memberikan wewenang kepada wakilnya sebelum berangkat mengikuti kursus Lembaga pertahanan nasaional (Lemhanas), maka tidak demikian halnya dengan Bupati Enrekang H. La Tinro La Tunrung.Kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis kemarin, Wakil Bupati Enrekang H. Lody Sindangan mengatakan bahwa, dirinya tidak bisa mengambil keputusan selama bupati berada di Jakarta, karena dia tidak diberikan mandat atau wewenang oleh La Tinro.

Akibatnya kata dia, setiap ada masyarakat yang berkepentingan dengan bupati, harus rela pulang dengan tangan kosong, karena bupati sedang tidak di tempat.”Saya tidak bisa ambil keputusan kalau ada masyarakat yang datang mau mengurus sesuatu, karena saya tidak diberikan mandat sebelum pak bupati berangkat,” ujar Lody.

Seperti yang terjadi Kamis kemarin kata dia, salah satu pengusaha pompa bensin datang untuk menemui bupati, untuk mengurus administrasinya, namun wakil bupati mengaku menyuruh pengusaha tersebut kembali karena yang menangani surat-surat adalah bupati. Sementara La Tinro sedang mengikuti kursus Lemhanas di Jakarta.

Idealnya kata Lody, sebuah birokrasi yang dinyatakan baik, tidak boleh mengalami kekosongan, demi pelayanan kepada masyarakat. “Tapi saya mau bagaimana lagi, sementara saya tidak punya kewenangan,” kuncinya.

Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung yang dikonfirmasi via telepon mengatakan bahwa keberangkatannya ke Jakarta, bukan berarti pelayanan kepada masyareakat harus mandek. Alasannya, Bupati Enrekang tetap memantau daerah melalui telepon, dan setiap ada masalah kata dia, bisa dikomunikasikan lewat telepon.

“Saya juga tetap pulang untuk memantau daerah satu kali dalam satu minggu, jadi pelayanan itu tetap berjalan,” ujar La Tinro singkat. (k4)