ENREKANG — Bencana alam baik tanah longsor maupun banjir, populer dalam beberapa tahun terakhir. Untuk itu, semua pihak diminta untuk terlibat melakukan langkah antisipatif, sebelum bencana itu terjadi.Untuk mengurangi risiko akibat bencana alam di Kabupaten Enrekang, Lembaga Pemerhati dan Pembangunan Ekonomi Masyarakat (LP2EM) Parepare bersama Oxpam GB dari London, melakukan lokakarya di Hotel Rasita Enrekang kemarin.

Dalam lokakarya tersebut terungkap bahwa kinerja Satlak (satuan pelaksana) selaku lembaga yang menanggulangi setiap kejadian bencana alam di Enrekang selama ini, masih kurang optimal.

Sehingga, semua pihak yang tergabung dalam Satlak, diminta untuk meningkatkan fungsi koordinasinya kepada semua steakholder.

“Jadi fungsi satlak Kabupaten Enrekang belum berjalan maksimal, selain itu, untuk mengurangi risiko akibat bencana alam di Enrekang, semua unit kerja harus terlibat, bukan hanya Kantor Sosial,” ujar Muslimin A Latif, Koordinator LP2EM bidang
pengurangan risiko bencana, dalam lokakarya yang dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah tersebut.

Sementara itu, anggota tim Satlak Enrekang, yang juga Kepala Kantor Sosial Enrekang, Drs Umar T mengatakan bahwa belum maksimalnya kinerja Satlak selama ini, disebabkan karena kurangnya peralatan yang dimiliki, seperti perahu karet dan tenda-tenda pleton.

Lokakarya itu berhasil mengeluarkan beberapa rekomendasi, di antaranya, Pemerintah daerah harus punya dokumen rencana aksi daerah tentang pengurangan risiko bencana, seperti yang telah terbentuk pada tingkat Pusat.

“Perencanaan pembangunan juga harus bersinergi dengan pengurangan risiko bencana,” ungkap Muslimin.(k4)