ENREKANG — Para petani di Kabupaten Enrekang kesulitan memperoleh pupuk,khususnya pupuk yang bersubsidi. Seperti, pupuk Urea, SP36, NPK Ponska dan ZA. kondisi ini dialami petani sejak satu bulan terakhir.Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Enrekang, Hamzah Mahmud yang dikonfirmasi wartawan kemarin, mengakui adanya kelangkaan pupuk tersebut.

Dia mengatakan, kelangkaan tersebut terjadi karena dua faktor, yang pertama katanya, adanya pertambahan luas tanam. “Kalau pada tahun 2006, luas tanam khusus jagung di Enrekang hanya 6000 hektar, kini bertambah menjadi sekitar 8000 hektar,” ujar Hamzah Mahmud. Selain itu kata dia, pupuk yang harusnya hanya diperuntukkan bagi tanaman holtikultura dan pangan, seperti jagung dan padi, namun digunakan petani ke tanaman keras, seperti kopi dan cokelat.

“Kita tidak bisa mengawasi petani, dia mau gunakan kemana itu pupuk, sementara stok kita setiap tahunnya, dibatasi, sesuai dengan permintaan yang kita ajukan,” jelasnya.

Untuk mengatasi kelangkaan ini lanjut Hamzah, pihaknya telah mengajukan perubahan tambahan jatah ke Provinsi. “Kebutuhan Enrekang dalam satu tahun mencapai puluhan ribu ton,” katanya, Namun dia tidak menyebut angka pastinya. (k4)

Iklan