ENREKANG(Fajar) — Polres Enrekang menemukan indikasi penyelewengan bantuan sapi ternak dari Provinsi Sulsel untuk Kabupaten Enrekang tahun 2006 lalu. Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Muh Natsir kepada Fajar, di ruang kerjanya, Senin 26 November kemarin.Menurut dia, hasil penyelidikan di lapangan diketahui bahwa bantuan sapi yang diterima Pemkab Enrekang dari Provinsi tahun lalu, sebanyak 150 ekor. Namun 60 di antaranya dilaporkan sudah mati, sehingga yang tersisa saat ini hanya 90 ekor.

Indikasi penyimpangan itu lanjut Muh Natsir, terletak pada orang yang menerima bantuan sapi itu. Seharusnya kata Kasat, sapi tersebut diserahkan ke masyarakat Kecamatan Maiwa, selaku pihak yang membutuhkan. Namun kenyataan di lapangan, sapi tersebut justru diberikan kepada para guru di Kecamatan Maiwa. “Ini jelas menyalahi aturan, karena seharusnya diserahkan ke masyarakat, tapi kenapa diserahkan ke guru pesantren,” ungkapnya.

Pihak kepolisian dalam hal ini Polres menurut Natsir, sudah memanggil Dinas Pertanian untuk dimintai keterangan, namun dinas pertanian juga tidak tahu menahu soal ini, karena yang menangani langsung bantuan ini adalah pemerintah Proponsi. “Makanya kita akan koordinasi dengan pemerintah Provinsi, untuk mengust hal ini, yang jelas kami terus menyelidiki kasus ini,” janjinya.
Bahkan 60 ekor yang dilaporkan mati kata Natsir, juga patut dipertanyakan, apakah benar-benar mati atau tidak.(k4)