ENREKANG — Ali, 9 tahun, salah satu murid SDN 45 Talaga Enrekang, tewas gara-gara menabrak sebuah mobil pick up yang melintang di tengah jalan di jalan lingkar Talag Kecamatan Enrekang, kemarin, sekitar pukul 08.00 Wita.Menurut saksi mata di TKP, Ali yang saat itu mengendarai sepeda, melaju dengan kecepatan tinggi, karena kondisi jalan yang menurun. Ali tidak mengetahui kalau ada sebuah mobil pick up yang melintang di tengah jalan.

Karena tidak dapat menguasai sepedanya, Ali menabrak mobil yang sedang membongkar mesin untuk mencapur semen proyek. Ali diduga tertimpa mesin pencampur semen. Bagian mulut dan kepalanya mengeluarkan darah. Menurut kesaksian warga di sekitar TKP, mobil Kijang berwarna hijau tersebut, posisinya memang menutup hampir seluruh badan jalan yang merupakan tanjakan.

“Saya lihat Ali melaju dan masuk di bawah mesin pencampur semen yang sementara diturunkan. Mobil memang meghalangi hampir seluruh jalan. Jadi sulit untuk dihindari,” ujar Kahar, salah satu saksi di TKP yang juga kerabat dekat korban.

Sebelum kejadian, ayah korban, Sallau, 35, sebenarnya membuntuti Ali dari belakang dengan menggunakan sepeda motor, namun dia baru mengetahui anaknya kecelakaan setelah tiba di TKP. Sallau saat itu langsung melarikan anaknya ke rumah sakit, namun nyawa Ali tidak terselamatkan. Pemilik mobil pick up sendiri, H. Bahuseng menyatakan bersedia untuk menanggung seluruh biaya perawatan Ali selama dirumah sakit hingga pemakamannya.

Kasus ini sementara dalam penanganan pihak kepolisian. “Kami sudah tangani untuk ditindak lanjuti,” ujar Kasat lantas Polres Enrekang, AKP Jamal kepada wartawan, kemarin. (k4)

Iklan