ENREKANG — Dugaan penyelewengan bantuan sapi yang disalurkan Pemprov Sulsel ke Kabupaten Enrekang tahun 2006 lalu, kini telah menjadi polemik di kalangan masyarakat Enrekang, khususnya Kecamatan Maiwa.Untuk itu, Kepala Dinas Peternakan (Kadisnak) Sulsel, Arifin Daud, turun ke lokasi
penyaluran sapi tersebut, yakni di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang, Kamis 29 November kemarin.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Enrekang, drh Junwar mengatakan bahwa pihaknya sengaja mengundang Kadisnak Sulsel untuk datang ke Enrekang meluruskan masalah penyaluran sapi itu, karena hal ini lanjut dia, telah menjadi polemik di kalangan masyarakat sejak beberapa hari terakhir.

“Kita ingin agar masalah ini tuntas, makanya hari ini, Kepala Dinas Peternakan kami minta untuk datang ke lokasi memberikan penjelasan. Sekarang beliau (Arifin Daud, red) sudah dalam perjalanan ke Enrekang,” ujar Junwar kepada wartawan.

Junwar juga mengatakan bahwa, bantuan sapi yang diterima Kabupaten Enrekang tahun 2006 lalu, sebenarnya jumlahnya 530 ekor, namun dalam proses penyalurannya, sapi tersebut tiga kali tiba di Enrekang.”Saya lupa berapa rinciannya setiap tahapan, yang jelas dari 530 ekor itu, tiga kali tiba,” paparnya.

“Jadi data yang ditemukan polisi yang menyebutkan 150 ekor, itu mungkin hanya res ke dua, dan dari jumlah itu, semua kita salurkan sesuai peruntukannya, yakni kepada tiap kelompok tani. Jadi tidak benar kalau dikatakan salah sasaran,” kuncinya. (k4)