Desember 2007


ENREKANG(Fajar) — Gara-gara ketahuan mencuri sebuah Hand Phone (HP) milik tetangganya, seorang gadis berusia 17 Tahun di Desa Tungka Dusun Galung Kecamatan Enrekang, harus menanggung malu.Gadis berinisial Rs tersebut diarak oleh warga keliling kampung pada empat Desa, yakni Desa Tungka, Tallu Bamab, Temban dan Desa Buttu batu, Minggu 30 Desember kemarin.

Rs diarak keliling kampung setelah melalui rapat antara tokoh masyarakat di empat desa tersebut, termasuk anggota forum Kantibmas Desa setempat. Pada saat diarak, Rs berjalan kaki dikawal oleh puluhan warga mengelilingi pemukiman penduduk, dan membawa poster bertuliskan saya pencuri HP. Baru dua desa yang dia lalui, Rs jatuh pingsan sebanyak tiga kali lantaran tidak mampu menahan rasa malu.

Karena tidak mampu lagi berjalan, tokoh masyarakat setempat memberikan keringanan, sehingga Rs tidak lagi berjalan kaki mengelilingi dua desa yang belum dikelilingi, tapi menggunakan sepeda motor.

Hukuman diarak keliling kampung tersebut, sebenarnya harus dijalani Rs Sabtu 29 desember lalu, tapi gadis putus sekolah ini, saat itu mencoba kabur, dan baru ditemukan kembali pada sore harinya di Kabupaten Pinrang. Minggu kemarin Rs pun menjalani hukuman itu.

Saat diarak, Rs tidak sendiri, dia ditemani oleh rekannya yang membantu dia saat melarikan diri, masing-masing Ft dan As.
“Ft dan As memang tidak terlibat mencuri HP tapi ikut diarak keliling kampung, karena kedua gadis inilah yang membantu Rs saat melarikan diri,” ujar Udin, ketua Forum Kantibmas Desa Tungka kepada wartawan kemarin.

Udin menjelaskan, di desa bagian utara Kecamatan Enrekang ini, melalui forum yang mereka bentuk, memang telah menerapkan sanksi berat yakni diarak keliling kampung bagi pelaku pencurian yang kedapatan.

“Kalau mencuri kedua kalinya, selain diarak keliling kampung, juga diserahkan ke Polisi, setelah menjalani hukuman di polisi, maka pelaku akan diasingkan ke luar daerah selama 10 tahun,” ujarnya.

Aturan ini lanjut dia, sudah diterapkan sejak 9 tahun lalu, dan ini dinilai ampuh mengurangi aksi pencurian di desa tersebut. “Aturan ini dibuat karena di empat desa ini, dulunya marak aksi pencurian, baik pencurian ternak maupun coklat, dan sejak sanksi tersebut diterapkan kata dia, aksi pencurian sudah mulai berkurang. (k4)

Sumardhy: Dibangun tapi Tidak Dimanfaatkan

ENREKANG(Fajar) — Anggota Komisi I DPRD Enrekang R Sumardhy mengatakan bahwa pembangunan beberapa rumah jabatan di Kabupaten Enrekang banyak yang mubazir.Sumardhy menjelaskan, salah satu rumah jabatan yang dimaksud mubazir itu, seperti rumah jabatan camat Kecamatan Cendana, rumah jabatan Camat curio, serta rumah jabatan Sekkab Enrekang.

“Rumah jabatan ini sangat mubazir karena tidak dimanfaatkan, padahal pembangunannya menggunakan uang rakyat, ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah,” ujar R Sumardy.

Legialtor Partai Bulan Bintang itu mengatakan bahwa selain rujab yang disebutkan tadi, beberapa rumah jabatan baru yang telah rampung, sampai saat ini belum dimanfaatkan. “Makanya saya minta supaya ada perhatian dari pemerintah agar ini dimanfaatkan, karena kalau memang tidak dimanfaatkan, untuk apa dibangun,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, BupatI Enrekang H. La Tinro La Tunrung berjanji akan segera menindak lanjuti temuan ini memalui asisten III, Budiman Djamaluddin. “Saya minta kepada asisten III agar segera menindak lanjuti hal ini,” ujarnya singkat. (k4)

ENREKANG(Fajar) — Honor proyek atau semacam insentif bagi PNS yang melaksanakan kegiatan pada tahun 2008 nanti, dianggarkan sebesar Rp 28.736 ribu lebih.Hal itu tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanaja Daerah (RAPBD) Tahun 2008, yang diserahkan eksekutif ke DPRD Enrekang, Jumat 28 Desember kemarin.

Honor proyek yang disediakan bagi para pegawai itu, diplot dalam item belanja langsung yang itemnya masuk kategori belanja pegawai. Meski dalam pos belanja tidak langsung juga telah tertera belanja pegawai sebesar Rp129 miliar lebih.

Sekretaris tim anggaran eksekutif, Drs Imran Mazmur yang dikonfirmasi Fajar mengatakan bahwa dalam item belanja langsung itu, memang tersedia belanja pegawai, yang diperuntukan sebagai honor bagi pegawai yang melaksanakan proyek atau kegiatan.
“Tapi kan tidak semua angagran itu masuk honor pegawai, tapi juga termasuk di dalamnya honor dan gaji bagi pegawai non PNS,” ujar Imran.

Sementara itu, Bupati Enrekang H. La Tinro la Tunrung di hadapan para anggota dewan mengatakan bahwa honor proyek tersebut harus didistribusi dengan baik, karena selama ini lanjut dia, honor proyek itu tidak pernah terdistribusi merata.
“Jangan hanya pejabat tertentu yang nikmati, masalah ini sudah saya rapatkan, agar honor ini bisa merata,” ungkap La Tinro.

Sementara dalam nota keuangan yang diserahkan kemarin, disebutkan bahwa total APBD Kabupaten Enrekang tahun 2008 direncanakan Rp 478.172.702.950. Dari anggaran tersebut, belanja tidak langsung dialokasikan masing masing, belanja pegawai sebesar Rp129.262.194.389, belanja subsidi Rp 2,327 juta, belanja bantuan sosial Rp4 miliar, belanja bantuan keuangan Rp8,2 miliar serta belanja tidak terduga Rp1 miliar.

Sementara untuk belanja langsung (publik) terdiri dari belanja pegawai Rp 28.736.007.910, belanja barang dan jasa Rp 52.391.897,762 serta belanja modal Rp205.909.033.994. (k4)

ENREKANG — Setelah minyak tanah dan gas elpiji “menghilang” di Enrekang, kini giliran bensin yang mulai langka. Akibatnya, harga di tingkat pengecer (penjual botolan) melambung hingga dua kali lipat.Di Kota Enrekang, harga bensin perbotol mencapai Rp10 ribu per liter. Pengguna kendaraan khususnya roda dua terpaksa harus membeli dengan harga tersebut, karena SPBU yang ada di Enrekang, kehabisan stok.

Bahkan pengecer yang berada persis di samping SPBU Enrekang, juga menjual bensin dengan harga Rp10 ribu per liter.

Kondisi ini membuat sejumlah pengecer diserbu pengguna kendaraan. Ini terjadi sejak dua hari terakhir. “Kita harus beli meski harga mahal, karena di SPBU juga sudah habis,” ujar Abdul Haris yang ditemui saat antre di salah satu pengecer bensin, kemarin.

SPBU Enrekang sendiri sebenarnya sudah mendapat pasokan bensin pada pukul 11.00 wita kemarin, namun hal ini tidak menghilangkan antrean di sejumlah pengecer. Pasalnya di SPBU kendaraan menumpuk menunggu giliran untuk mendapatkan bensin. (k4)

ENREKANG — Kapolres Enrekang akan diganti. Jabatan Kapolres Enrekang akan diserahterimakan dari pejabat lama AKBP Pudyo Haryono, ke pejabat baru AKBP Endi Sutendi. Hal tersebut dikemukakan Wakil Kapolres Enrekang Kompol Andi Baharuddin, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu 26 Desember.Baharuddin menjelaskan, serah terima jabatan Kapolres dari pejabat lama ke pejabat baru akan dilaksanakan malam ini, di gedung Natiro mata Enrekang.

Pudyo bertugas di Enrekang sejak awal 2007 lalu, dan kini akan ditarik ke Polda Sulselbar, menjadi Kepala Bagian Strategi pengembangan (Karo Rembang). Pudyo akan digantikan oleh AKPB Endi Sutendi, yang saat ini menjabat sebagai Kapolresta Makassar Barat. “Kita sudah terima surat pergantian ini dari Polda Sulselbar, dan pagi besok (hari ini, red) pelantikan akan dilaksanakan di Parepare, dan malamnya serah terima di Enrekang,” ujar Andi Baharuddin. (k4)

Nur Hazan: Waspadai Calo

ENREKANG — Para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2007 ini sudah mendapatkan kartu tes Sabtu 22 Desember lalu. Dari data yang ada di panitia seleksi BKD Enrekang, jumlah pelamar yang berhak mengikuti tes kali ini mencapai 983 orang.Kepala Badan kepegawaian daerah (BKD) Enrekang Drs Nur hazan mengatakan bahwa, dari total pelamar yang memasukkan berkasnya, 10 orang di antaranya dinyatakan gugur lebih awal, karena tidak lulus berkas.

Sepuluh pelamar yang dimaksud, masing-masing Mardah,S.Ag, Halima,S.Ag, Yumeda,S.Ag, Enceng.ABD.M, St Tsanawiah,S.Ag, Hernawati,S.Ag, Supriadi,S.Pdi, Jumiah,S.Ag, Muh Daniyal serta Hernayani.

Menurut Nur Hazan, mereka dinyatakan gagal berkas setelah melalui verifikasi yang dilakukan oleh Inspektorat daerah bersama tim penjaringan. “Ada yang dinyatakan gugur karena telah melewati batas usia yang telah ditentukan, yakni 35 tahun,” kata Nur Hazan, di ruang kerjanya Sabtu 22 Desember.

Pelamar yang telah berusia di atas 35 tahun, sebenarnya bisa saja diakomodir, dengan catatan yang bersangkutan harus memiliki SK pengabdian minimal 5 tahun pada instansi yang berbadan hukum.

“Tapi ada juga oknum yang ketahuan tidak pernah mengabdi pada suatu instansi, namun memiliki surat keterangan pengabdian. Ini yang kita sayangkan, kenapa masih ada orang yang mengeluarkan surat ketarangan palsu seperti itu,” ungkapnya.

Mantan kepala Infokom Enrekang ini juga mengimbau kepada pelamar untuk mewaspadai para calo, yang memanfaatkan momen ini. “Kalau ada oknum yang minta uang kepada pelamar, segera laporkan dan kita akan tindaki,” tegasnya. (k4)

ENREKANG — Setelah melalui proses pembahasan dan kunjungan kerja ke luar daerah, DPRD kabupaten Enrekang, melalui tim Panitia khusus (Pansus), akhirnya merampungkan pembahasan 12 Rancangan perarturan daerah (Ranperda) yang diajukan eksekutif beberapa waktu lalu.Sekretaris DPRD Enrekang, HM Nur Said kepada Fajar Minggu 23 Desembner kemarin mengatakan bahwa 2 dua Pansus yang dibentuk DPRD, telah selesai melakukan tugasnya. Dengan demikian 12 ranperda tersebut sudah dinyatakan rampung.

Pembahasan tersebut, dinyatakan rampung sejak Sabtu 22 Desember lalu. “Harusnya Sabtu kita masih libur, tapi Pansus tetap berkantor untuk merampungkan tugasnya, ini dilakukan karena agenda DPRD ke depan semakin padat,” katanya.

Hanya saja kata Nur Said, jadwal penetapannnya belum ditentukan karena saat ini masih suasana libur. Yang jelas lanjut dia menambahkan, kemungkinan Ranperda tersebut akan diserahkan kembali ke eksekutif paling lambat pekan depan, setelah masa libur berakhir.

Sekadar diketahui, 12 Ranperda yang dibahas dewan tersebut, sebagian besar di antaranya mengatur tentang restrukturisasi unit kerja lingkup Pemkab Enrekang, sementara dua Ranperda sisanya, yakni menyangkut tentang retribusi. (k4)

Laman Berikutnya »