ENREKANG — Dalam beberapa bulan terakhir, warga Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang, kesulitan untuk memperoleh minyak tanah. Akibatnya, setiap pekan mereka harus rela antre berjam-jam demi mendapatkan minyak tanah.Antrean panjang dibeberapa pangkalan minyak tanah di Enrekang ini dapat kita saksikan pada setiap Selasa dan Jumat. Dari pantauan Fajar dalam satu pekan terakhir, salah satu pangkalan di Pasar Sentral Enrekang tampak kewalahan dalam melayani masyarakat. Antrean masyarakat yang didominmasi oleh ibu-ibu itu, terlihat sejak pagi hingga sore  hari. Bahkan terkadang ada masyarakat yang sudah mengantre sejak pagi, namun tidak kebagian minyak tanah, akibat keterbatasan stok.

“Saya dari tadi pagi antre, tapi tidak dapat bagian, terpaksa kita pake kayu bakar  untuk memasak sambil menunggu mobil tangki minggu depan,” ujar Nurmina, salah satu ibu rumah tangga yang ditemui usai mengantre di pangkalan minyak tanah pasar Enrekang. Karena stok habis, Nurmina harus rela pulang dengan tangan kosong.

Pemilik pangkalan Syamsir Junaidi yang dikonfirmasi mengatakan bahwa jatah yang mereka terima dari agen memang tidak mencukupi dibanding dengan kebutuhan warga. Dalam satu pekan kata dia, pangkalannya hanya mendapat 7 drum atau 1.540 liter, sementara kebutuhan warga dalam sepekan selanjutnya, rata-rata 10 drum minyak tanah.

“Sebelumnya saya hanya dikasi jatah lima drum, tapi setelah saya usulkan, akhirnya ditambah jadi tujuh drum, itu pun masih kurang,” ujar Syamsir.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Enrekang, Drs Irfan Barung yang dikonfirmasi Fajar kemarin mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait dengan kesulitan warga tersebut.

Alasannya, jatah dari pertamina memang sudah ditentukan, dan itu katanya, tidak bisa lagi ditambah. “Saya sudah usulkan berualng kali, tapi belum ada hasil, jatah itu kan memang dari pemerintah pusat dan didistribusi oleh pertamina Parepare,” kata Irfan Barung.

Jatah Kabupaten Enrekang setiap pekannya hanya 245 kiloliter, jatah tersebut dibagi ke 19 pangkalan yang ada di Massenrempulu. (k4)

Iklan