ENREKANG(Fajar)– Puluhan miliar Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikelolah Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Enrekang tahun 2007, ternyata tidak mampu direalisasikan dengan baik. Hingga memasuki Bulan Desember, realisasi penggunaan anggaran tersebut baru 40 persen.Rendahnya daya serap anggaran di Dinas PU itu, sempat dipertanyakan anggota DPRD Enrekang dalam rapat pembahasan KUA dan PPAS 2008.

Berdasarkan data yang dihimpun Fajar, untuk sektor jalan, dana DAK yang dikelola Dinas PU pada tahun 2007, mencapai Rp7.218.000.000. Namun baru terealisasi Rp4.330.800.000. Sementara untuk sektor sarana air bersih, alokasi anggarannya Rp2.153 juta, namun baru direalisasikan sebesar Rp1.291.800 ribu. Sektor irigasi yang mendapat kucuran anggaran DAK sebesar Rp3.476 juta, namun baru direalisasikan sebesar Rp2.085.600 ribu.

Bukan hanya dana DAK, dana Adhoc yang dikelolah Dinas PU juga tidak mampu direalisasikan dnegan baik, dari Rp 45 miliar dana Adhoc yang dikelola, hanya mampu direalisasikan Rp13.5 miliar.

Kepala Dinas PU Enrekang, Ir Sugihardjo yang dikonfirmasi Fajar Jumat 7 Desember kemarin, tidak menampik minimnya realisasi anggaran dana DAK dan Adhoc yang dikelola unit kerjanya. Sugihardjo beralasan, rendahnya daya serap kedua item anggaran ini, disebabkan ketidak seriusan kontraktor yang mengerjakan proyek yang didanai anggaran DAK dan Adhoc itu.

“Jadi itu karena kontraktornya yang tidak serius, dan kita juga sudah mengambil langkah tegas dengan melakukan pemutusan kontrak dan denda,” ujarnya. Dia mengaku telah memutuskan kontrak kerja pada tiga rekanan yang mengerjakan proyek DAK tahun 2007, namun dia tidak menyebutkan nama perusahaan rekanan yang dimaksud.(k4)