Gara-gara Pasang Perangkap Listrik di Kebun

ENREKANG — Akibat kelalaiannya, Bendahara RSU Massenrempulu, Drs Muchlis, ditahan pihak Kepolisian Polres Enrekang. Muclis ditahan bukan karena lalai dalam menjalankan tugasnya selaku bendahara RSU, melainkan gara-gara perangkap listrik yang dia pasang di kebunnya.Jerat hewan tersebut, menggunakan energi listrik yang dialirkan dari PLN dengan menggunakan kawat dan dipasang di sekeliling kebun kedelai milik Muchlis. Tujuannya untuk mengamankan tanamannya dari serangan hewan liar pada malam hari.

Namun tidak disangka, pada pagi harinya, Sabtu 8 Desember lalu, perangkap listrik tersebut bukannya menjerat babi atau hewan lainnya, tapi justru menjerat manusia yang kebetulan melintas di kebun tersebut.

Akibatnya, Rahmatia, 50, tewas di kebun Muchlis akibat tersengat listrik dari perangkap listrik itu. Lokasi kebun Muchlis berada pada kilometer dua dari jantung Kota Enrekang, tepatnya di Kelurahan Puserren Kecamatan Enrekang.

Salah satu kerabat dekat korban Rahmatia, kepada Fajar menuturkan, kebun Muchlis memang dijadikan sebagai jalan alternatif bagi pejalan kaki yang hendak menuju dan dari Kota Enrekang.

“Orang tidak tahu kalau kawat yang terpasang dipinggir kebun Muchlis, dialiri strom listrik, apalagi tidak ada tanda-tanda yang dipasang pemilik kebun. Makanya ketika Rahmatia melintas, langsung saja menyentuh kawat itu,” ujar Muharram, kepada Fajar, kemarin.

Menurut Muharram, yang juga ponakan dari korban, Rahmatia tersengat listrik pada Sabtu pagi, dan langsung meninggal di tempat. Namun mayat Rahmatia baru ditemukan keluarganya pada sore harinya.

Itupun atas informasi dari Polisi. Dari hasil visum doketr RSU Massenrempulu, Rahmatia diketahui tersengat listrik pada bagian tangan, kaki dan pipinya.

Sementara itu, Muchlis sang pemilik kebun yang ditemui Fajar di ruang sel Mapolres Enrekang kemarin, mengakui kelalaiannya. “Jerat itu saya pasang pada malam harinya, dan harusnya dicabut kembali setelah pagi, namun karena saya lupa, sehingga orang yang tersengat,” ujar Muchlis.

Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Muh Natsir mengatakan bahwa, Muchlis diancam dengan Pasal 359 KUHP, tentang kelalaian, dengan ancaman diatas lima tahun. “Tapi kita masih sementara memeriksa tersangka (Muchlis red), barang bukti berupa kabel dan perangkat lainnya sudah kita amankan,” ujar Muh Natsir.

Pihak kepolisian kata Kasat, mengimbau kepada masayarakat untuk tidak lagi memasang perangkap listrik, karena dinilai terlalu berbahaya.

“Bukan hanya kali ini perangkap babi menelan korban manusia, di Kecamatan maiwa beberapa waktu lalu juga ditemukan dua kasus yang mengakibatkan orang meninggal,makanya kita minta masyarakat jangan lagi pakai perangkap listrik,” imbaunya. (k4)