ENREKANG — Hari pertama penerimaan berkas bagi pelamar umum Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Enrekang, masih terlihat sepi. Jumlah pelamar yang memasukkan berkas kemarin, di Kantor Badan Kepegawaian daerah (BKD) Enrekang, relatif kurang. Tidak ada antrean panjang yang terlihat.Kendati demikian, pada hari pertama tersebut, panitia penerimaan berkas mulai menuai protes lantaran dinilai tidak adil dalam menerima berkas pelamar. Akibatnya, salah satu pelamar mengadukan panitia seleksi ke anggota Badan pengawas daerah (Bawasda).

Pelamar yang minta namanya tidak ditulis tersebut, mengadu ke Bawasda lantaran mengaku berkasnya ditolak panitia di BKD. Menurut informasi yang diperoleh, pelamar tersebut memasukan berkasnya untuk bidang jagawana atau Polisi Kehutanan.

Namun dia mengaku ditolak oleh panitia lantaran yang bersangkutan berjenis kelamin perempuan, sementara dalam pengumuan tidak dicantumkan posisi ini hanya bagi laki-laki. Karena itu, dia mengadu ke salah satu tim dari Bawasda.

“Dalam pengumuman kan tidak disebutkan posisi jagawana hanya untuk laki-laki, makanya saya melamar,” ujarnya.

Kepala Bidang Pembangunan dan keuangan Bawasda Enrekang, Abdul Karim yang menerima aduan dari pelamar CPNS tersebut langsung berkonsultasi dengan Kepala BKD Drs Nur Hazan.

“Polisi dan TNI saja menerima perempuan, kalau memang dalam aturannya tidak disebutkan khusus bagi laki-laki, maka terima saja berkasnya meski perempuan,” ujar Abdul Karim.

Kepala BKD Enrekang Drs Nur Hazan saat itu langsung memerintahkan ke panitia untuk menerima berkas pelamar yang mengadu itu, dengan catatan harus membuat surat pernyataan bersedia menjadi petugas jagawana. “Ini sudah tidak ada masalah, yang penting ada surat pernyataannya, maka terima saja berkasnya,” tegasnya. (k4)