ENREKANG — Penyidik Polres Enrekang kembali melakukan pemeriksaan terhadap pejabat yang dinilai terkait dalm penyaluran bantuan 530 ekor sapi di Kecamatan Maiwa tahun 2006 lalu.Setelah memeriksa staf Bidang Peternakan Dinas Pertanian Enrekang, Amrullah, kini giliran asisten I Pemkab Enrekang, M. Amiruddin yang diperiksa Senin 17 Desember kemarin, di ruang Kanit Tipikor Mapolres Enrekang.

Amiruddin hadir di Polres sekitar pukul 10.00 wita, dan menjalani pemeriksaan sekitar satu jam lebih. Amiruddin diperiksa oleh Kanit Tipikor Bripka Zainarlan.

Menurut penyidik, Amiruddin diperiksa sebagai saksi dalam penyaluran bantuan sapi yang dinilai tidak tepat sasaran tersebut. Sekadar diketahui, sapi tersebut diperuntukan bagi kelompok tani yang ada di Kecamatan Maiwa, namun menurut Polisi, sapi yang bersumber dari Provinsi Sulsel itu, justru ada yang dialihkan ke pesantren.

“Jadi sekarang kita masih dalam tahap pemeriksaan saksi, dan belum ada yang kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Kanit Tipikor Polres Enrekang, Bripka Zainarlan, kemarin.

Dia juga menjelaskan bahwa, setelah Amrullah dan Amiruddin, rencananya Rabu 19 Desember besok, pihaknya akan memanggil Kepala Dinas Pertanian Enrekang, Drs A Rusdianto dan Kepala Bidang Pternakan drh Junwar.

Sementara itu, Asisten I M. Amiruddin yang dikonfirmasi usai menjalani pemeriksaan mengatakan bahwa, dirinya tidak ada kaitannya dengan masalah penyaluran sapi tersebut. Menurutnya, dia hanya sebagai fasilitator kelompok tani.

“Saya hanya menyampaikan aspirasi kelompok tani yang saya terima, sebelumnya memang ada kelompok tani yang menyampaikan kepada saya yang meminta agar diberikan bantuan sapi,” tandas Amiruddin.

Aspirasi kelompok tani inilah kata dia, yang diteruskan ke Dinas Pertanian. “Mengenai dibantu atau tidak itu saya tidak tahu, karena instansi teknisnya adalah Dinas Pertanian. Jadi saya tidak tahu menahu soal sapi,” kuncinya. (k4)