Ramai-ramai Tandatangani Piagam Lawan Korupsi

ENREKANG — Peringatan hari anti korupsi se dunia yang dilaksanakan di lapangan Batili Enrekang Senin 17 Desember kemarin, berlangsung menarik.Paslanya, dalam upacara yang dihadiri unsur muspida tersebut, para pejabat ramai-ramai berjanji untuk tidak melakukan tindakan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN).

Janji para pejabat tersebut dibuktikan dengan menandatangani sebuah piagam lawan korupsi yang isinya menyatakan tidak akan melakukan tindakan korupsi dalam jabatan apapun. Upacara peringatan hari anti korupsi ini dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Enrekang, Surya Perdamaian SH.

Pejabat yang menandatangani perjanjian anti korupsi tersebut, terdiri dari Wakil Bupati Enrekang H Lody Sindangan, Sekkab Enrekang Drs Alimuddin Ralla, Ketua Pengadilan Enrekang, Surya Perdamaian SH,

Kepala Inspektorat Enrekang, HM Amin Palmansyah, Kadis Pertanian Andi Rusdianto, pihak Kejaksaan yang diwakili oleh Kasipidum Tuwo SH, serta unsur kepolisian yang diwakili oleh Wakapolres Kompol Andi Baharuddin.

Menurut Kabag Humas Setda Enrekang, Andi Sujasman, penandatanganan perjanjian tidak melakukan korupsi itu, akan dilakukan oleh seluruh Kepala Dinas termasuk pejabat lainnya lingkup Pemkab Enrekang.

“Ini baru simbolis, tapi nanti semua pejabat akan bertandatangan semua, yang intinya tidak akan melakukan korupsi,” ujar Sujasman.

Sementara itu, Ketua PN Enrekang, Surya Perdamaian dalam sambutannya mengatakan bahwa, korupsi adalah penyakit kronis yang sudah lama menggerogori bangsa ini, sehingga dibutuhkan energi dan waktu untuk memulihkannya.

Untuk itu lanjutnya, diharapkan dengan peringatan hari anti korupsi ini, semua pejabat mulai sadar untuk bangkit dan melawan tindakan korupsi. “Kata koruspi sudah populer di Indonesia, tapi masih banyak yang belum tahu apa itu korupsi,” ujar Surya Perdamaian.

“Korupsi itu bermacam-macam, memperkaya diri sendiri, memperkaya orang lain serta mendukung orang lain melakukan tindakan merugikan negara itu sudah termasuk korupsi, yang jelas ada 30 jenis korupsi,” ungkapnya. (k4)