ENREKANG — Jumlah penderita HIV/AIDS yang ada di Kabupaten Enrekang saat ini sudah enam orang. Ke-6 pengidap HIV/AIDS ini tersebar di beberapa Kecamatan di Bumi Massenrempulu.Hal ini disampaikan Wakil Bupati Enrekang H. Lody Sindangan, saat membuka pelatihan kader penyuluh Narkoba dan HIV/AIDS, di Gedung Depsos Enrekang, Selasa 18 Desember kemarin.

Menurut Lody, jika melihat angka ini, tentu sudah sangat memperihatinkan, mengingat Enrekang sebagai Kabupaten yang penduduknya dikenal agamis. Menurut Lody yang juga Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Enrekang, penderita HIV/AIDS yang ada di Enrekang, disebabkan karena para perantau yang telah kembali ke kampung halamannya. “Jadi dia (penderita HIV, red) terjangkit penyakit mematikan ini saat berada di perantauan, terutama yang merantau ke Papua. Penyakit inilah yang dibawa hingga ke kampung halaman,” ujar Lody.

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar mengantisipasi jika ada keluarga yang pulang merantau. Caranya dengan memeriksakan diri ke dokter. Lody juga mengatakan bahwa penderita HIV/AIDS yang ada saat ini, kemungkinan masih banyak dibanding data yang ada. Alasannya, sesuai hasil penelitian WHO PBB, jika ada satu penderita HIV/AIDS yang di temukan di suatu daerah, maka kemungkinan besar ada 100 orang lainnya yang belum terdeteksi.

“Makanya dibutuhkan keterlibatan semua pihak untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya Narkoba dan HIV/AIDS,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Kantor Kesejahteraan Sosial Enrekang, Drs Umar T mengatakan, pihaknya akan melatih 30 kader penyuluh Narkoba dan HIV/AIDS yang berasal dari setiap Kecamatan. “Kader yang telah terlatih inilah yang nantinya akan melakukan penyuluhan hingga tingkat desa di kecamatannya masing-masing,” kata Umar. (k4)