ENREKANG(Fajar) — Gara-gara ketahuan mencuri sebuah Hand Phone (HP) milik tetangganya, seorang gadis berusia 17 Tahun di Desa Tungka Dusun Galung Kecamatan Enrekang, harus menanggung malu.Gadis berinisial Rs tersebut diarak oleh warga keliling kampung pada empat Desa, yakni Desa Tungka, Tallu Bamab, Temban dan Desa Buttu batu, Minggu 30 Desember kemarin.

Rs diarak keliling kampung setelah melalui rapat antara tokoh masyarakat di empat desa tersebut, termasuk anggota forum Kantibmas Desa setempat. Pada saat diarak, Rs berjalan kaki dikawal oleh puluhan warga mengelilingi pemukiman penduduk, dan membawa poster bertuliskan saya pencuri HP. Baru dua desa yang dia lalui, Rs jatuh pingsan sebanyak tiga kali lantaran tidak mampu menahan rasa malu.

Karena tidak mampu lagi berjalan, tokoh masyarakat setempat memberikan keringanan, sehingga Rs tidak lagi berjalan kaki mengelilingi dua desa yang belum dikelilingi, tapi menggunakan sepeda motor.

Hukuman diarak keliling kampung tersebut, sebenarnya harus dijalani Rs Sabtu 29 desember lalu, tapi gadis putus sekolah ini, saat itu mencoba kabur, dan baru ditemukan kembali pada sore harinya di Kabupaten Pinrang. Minggu kemarin Rs pun menjalani hukuman itu.

Saat diarak, Rs tidak sendiri, dia ditemani oleh rekannya yang membantu dia saat melarikan diri, masing-masing Ft dan As.
“Ft dan As memang tidak terlibat mencuri HP tapi ikut diarak keliling kampung, karena kedua gadis inilah yang membantu Rs saat melarikan diri,” ujar Udin, ketua Forum Kantibmas Desa Tungka kepada wartawan kemarin.

Udin menjelaskan, di desa bagian utara Kecamatan Enrekang ini, melalui forum yang mereka bentuk, memang telah menerapkan sanksi berat yakni diarak keliling kampung bagi pelaku pencurian yang kedapatan.

“Kalau mencuri kedua kalinya, selain diarak keliling kampung, juga diserahkan ke Polisi, setelah menjalani hukuman di polisi, maka pelaku akan diasingkan ke luar daerah selama 10 tahun,” ujarnya.

Aturan ini lanjut dia, sudah diterapkan sejak 9 tahun lalu, dan ini dinilai ampuh mengurangi aksi pencurian di desa tersebut. “Aturan ini dibuat karena di empat desa ini, dulunya marak aksi pencurian, baik pencurian ternak maupun coklat, dan sejak sanksi tersebut diterapkan kata dia, aksi pencurian sudah mulai berkurang. (k4)