ENREKANG(Fajar) — Jumlah penderita diare di kabupaten Enrekang pada tahun 2007 lalu cukup fantastis. Berdasarkan laporan dari masing-masing Puskesmas se kabupaten Enrekang, hanya dalam kurun waktu Januari-November, jumlah penderita sudah mencapai 10.945 jiwa. Sebagian besar diantaranya adalah anak-anak. Menurut penanggungjawab program penyakit diare, Dinas Kesehatan Enrekang, Abd Rahim, dari jumlah tersebut, bulan yang paling menonjol adalah antara Agustus hingga November.

“Pada bulan tersebut kan termasuk masa peralihan atau musim pancaroba di mana kebersihan air yang dikonsumsi masyarakat kurang steril,” ujar Abd rahim, di ruang kerjanya, Jumat 4 Januari. Menurut dia, pada bulan Agustus jumlah penderita diare di Enrekang mencapai 1.380, September 1.369, dan pada bulan Oktober meningkat menjadi 1.427 serta November 1.381.

“Tapi kita bersyukur karena dari ribuan penderita, sampai saat ini belum ada yang dinyatakan meninggal dunia,” kata Abd Rahim. Kepala Dinas kesehatan Enrekang dr Iriani mengatakan bahwa penyakit diare merupakan penyakit yang erat kaitannya dengan lingkungan. Sehingga pada tahun 2008 nanti lanjut dia, Dinas Kesehatan akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, tentang penyakit tersebut. “Jadi ini belum masuk kategori KLB,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa dengan adanya program Desa Siaga, maka penyakit masyarakat seperti diare, demam berdarah, dapat menurun. (k4)