ENREKANG(Fajar) — Jika sebelumnya para petani di Kabupaten Enrekang kesulitan untuk memperoleh bibit kentang, maka mulai tahun 2008 ini kesulitan itu sudah teratasi. Pasalnya, Kabupaten Enekang saat ini sudah berhasil menciptakan bibit kentang jenis Granola (G2).Hal ini ditandai dengan pesta panen perdana yang dihadiri oleh Sekretaris Menteri Riset dan teknologi (Sesmenristek) Prof Dr Benyamin Lakitan, dan tim peneliti dari Unhas masing-masing Prof Baharuddin dan Prof Badrun Sakaria serta peneliti dari LIPI Jakarta.

Program pengembangan bibit kentang granola ini, bekerjasama antara LIPI, Unhas dan Pemkab Enrekang. Dalam panen raya yang dilaksanakan di Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang Selasa 8 Januari tersebut, Ketua tim teknis Pertanian dari
Universitas Hasanuddin, Prof Badrun Sakaria mengatakan bahwa dalam periode Januari-Februari 2008 ini, ditargetkan Kabupaten Enrekang sudah mampu memproduksi bibit kentang 20 ton.

Sebelumnya, untuk menanam kentang di Enrekang, para petani harus memesan dari luar Sulsel, seperti Bandung.

“Jadi petani di Sulsel tidak usah membeli bibit kentang dari luar Sulsel, karena sekarang sudah ada di kabupaten Enrekang,” ujar Prof badrun. Sementara itu, Prof Baharuddin mengatakan bahwa Kecamatan Masalle akan dijadikan sebagai pusat benih kentang granola. Dan dalam dua sampai tiga tahun ke depan lanjut Sekretaris Pusat Kegiatan Penelitian (PKP) Unhas ini, Kabupaten Enrekang sudah mampu menghasilkan 500 ton benih kentang. (k4)