ENREKANG(Fajar) — Bupati Enrekang H La Tinro La Tunrung mengimbau kepada para Kepala Dinas lingkup Pemkab Enrekang termasuk pejabat teras lainnya, agar mengurangi jam tidurnya. Hal ini disampaikan La Tinro di sela acara panen raya kentang di Kecamatan Masalle, Selasa 8 januari kemarin.La Tinro mengungkapkan, saat ini sejumlah program untuk mensejahterakan masyarakat sudah tersusun dengan baik, namun tanpa kerja keras dari semua Kepala SKPD kata dia, program itu tidak akan tercapai. “Program pengembangan bibit kentang ini cukup baik untuk mensejahterakan masyarakat, tapi kalau tidak didukung dengan kerja keras pejabat daerah, maka itu akan sia-sia. Apalgi kalau pejabatnya hanya banyak tidur, maka tidak akan ada hasil yang dicapai,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Riset dan Teknologi, Prof Benyamin Lakitan mengatakan bahwa, prospek kentang saat ini masih cukup baik, hanya saja yang kadang menjadi kendala adalah penanganan pascapanen. Karena terkadang kata dia, produksi sudah melimpah, namun justru harga dipasaran anjlok. “Hal ini tentu merugikan masyarakat da petani. Untuk itu, peran pemerintah daerah sangat diharapkan,” ujarnya.

Salah satu opsi yang harus dilakukan pemerintah dalam penanganan pascapanen lanjutnya, adalah membentuk mata rantai niaga (perdagangan) yang baik, serta mengembangkan teknologi penanganan pascapanen.

“Jika teknologi penanganan pascapanen sudah ada, maka jika sewaktu-waktu harga anjlok, maka teknologi inilah yang akan menampung hasil petani. Tentu saja peran pemerintah cukup menentukan,” ungkapnya.

Khusus untuk pembentukan mata rantai niaga lanjutn dia, pemerintah harus pandai melihat perkembangan di pasar, serta melihat kompetitor dari daerah lain. “Karena jangan sampai kita tanam kentang, sementara daerah lain juga menanam kentang dengan kualitas yang jauh lebih baik, maka sudah pasti kita akan kalah,” kuncinya. (k4)