ENREKANG(Fajar) — Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Enrekang, Drs M Arfah mengimbau kepada seluruh guru yang merupakan anggota PGRI, untuk tidak terlibat dalam politik praktis.Himbauan ini disampaikan Arfah yang juga Kepala Badan Infokom Enrekang ini, dalam acara ulang tahun PGRI ke 62, di gedung Natiro Mata Enrekang, Rabu 9 Januari.

Dia mengungkapkan, PGRI adalah organisasi profesi yang independen, sehingga seluruh anggota PGRI, tidak dibenarkan untuk mendukung salah satu kandidat, dnegan mengatasnamakan PGRI.

“Sekarang kan sudah dekat pemilihan bupati, dan saya dengar sudah ada kandidat yang mengklaim didukung oleh PGRI, makanya saya tegaskan bahwa anggota PGRI tidak boleh mendukung siapa-siapa, dengan mengatasnamakan lembaga,” tegas Arfah.

Dia juga menambahkan bahwa semua orang memiliki hak politik, untuk itu lanjutnya, dalam menghadapi Pilkada nanti, anggota PGRI diminta memilih sesuai hati nurani. (k4)