ENREKANG — Program pemerintah daerah Kabupaten Enrekang yang akan memberikan asuransi kematian bagi setiap warganya yang meninggal dunia, tampaknya mulai memasuki babak final.Menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah (KKBD) Enrekang, dr Bambang Arya, kepada wartawan, usai menghadiri rapat tertutup di ruang rapat asisten, senin kemarin, asuransi bagi warga tersebut, dinamakan bantuan uang duka. Setiap keluarga dari warga yang meninggal dunia akan mendapatkan Rp1,5 juta.

Namun kata Bambang, meski sifatnya asuransi, tapi Pemkab tidak akan menggunakan jasa lembaga asuransi untuk menyalurkan dana tersebut, melainkan langsung diserahkan Pemda kepada keluarga yang berduka.

Dia menambahkan bahwa asuransi tersebut hanya diberikan bagi warga yang memiliki KTP dan Kartu Keluarga (KK) Enrekang. Lalu bagaimana dengan warga pendatang? Mantan Kadis Kesehatan ini menjelaskan bahwa asuransi tersebut tidak berlaku bagi orang luar yang datang merantau di Kabupaten Enrekang.

“Kalau begitu, nanti semua orang ingin mati di sini karena dibayar,” ujarnya. Bambang menambahkan, sistem pembayaran asuransi ini, akan dilakukan di tingkat kecamatan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pelayanan kepada keluarga yang berduka. Bambang juga berharap kebijakan bupati ini bisa efektif berlaku mulai bulan Februari tahun ini.

Sementara itu Camat Maiwa Drs. Sangkala yang dikonfirmasi terpisah menuturkan, pihaknya sudah siap mensosialisasikan kebijakan baru tersebut kepada seluruh warganya. “Jika ini sudah menjadi kebijakan resmi, kami sudah siap untuk mensosialisasikannya “ungkapnya. (k4)