ENREKANG — Penyakit anjing gila atau rabies, menyerang dua Kecamatan di Kabupaten Enrekang, masing-masing Kecamatan Baraka dan Kecamatan Malua. Penyakit ini mulai menyerang dua Kecamatan tersebut dalam dua bulan terakhir.Kapala Puskesmas Baraka dr yusuf, mengatakan bahwa hanya dalam periode Desember 2007 hingga pertengahan Januari 2008, jumlah masyarakat yang menjadi korban gigitan anjing gila ini, sudah mencapai 30 orang.

Khusus di kecamatan Baraka kata Yusuf, masyarakat yang menjadi korban gigitan anjing gila ini mecapai 20 orang, sementara di Malua 10 orang. “Kita sudah sarankan kepada warga agar memusnahkan anjing mereka yang sudah diindikasikan gila, tapi warga enggan memusnahkan anjing mereka karena anjing itu digunakan sebagai penjaga kebun,” ujar dr Yusuf kepada wartawan di Baraka.

Yusuf juga mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan ke Dinas Kesehatan dan Pertanian Enrekang, untuk menyiapkan vaksin anjing gila. “Yang menjadi kendala kita karena vaksin untuk orang sangat mahal, Rp 500 ribu per dosis, kalau vaksin untuk binatang itu tidak mahal,” paparnya.

Data Berbeda

Data yang ada di Dinas Kesehatan Enrekang, berbeda dengan data di Puskesmas Baraka, data di bidang pemberantasan penyakit rabies Dinas kesehatan Enrekang, untuk periode Desember, korban gigitan anjing gila hanya 12 orang.

“Baraka hanya 7 orang dan Malua 2 orang, sisahnya ada di Kecamatan lain di Enrekang,” ujar Salman, penganggunjawab pengendalaian penyakit rabies, Dinas Kesehtan Enrekang, di ruang kerjanya kemarin.

Untuk periode Januari 2008 ini kata Salman, jumlah penderita sudah mencapai 11 orang, 7 orang diantaranya berdomisili di baraka, dan empat orang lainnya berada di Malua.

Kepala Dinas Kesehatan Enrekang, dr Iriani dalam surat edarannya, mengatakan bahwa korban gigitan anjing gila di Enrekang saat ini sudah masuk status Kejadian Luar Biasa (KLB), karena jumlah kasus yang ditemukan sudah dia atas 2 kasus.

Dinas Kesehatan juga telah menyurati para camat untuk melakukan pembasmian anjing liar yang ada di wilayahnya masing-masing. “Kalau anjing peliharaan warga, itu kita anjurkan untuk divaksin atau dikurung dulu,” kata Salman. (k4)