ENREKANG — Hasil kunjungan lapangan Komisi II DPRD Enrekang, menemukan kualitas proyek pembangunan jalan yang dikerjakan para kontraktor tahun 2007 lalu, jauh di bawah standar.Anggota Komisi II DPRD Enrekang, H. Latief yang didampingi Iqbal Tamimi
mengatakan, sebagian besar proyek pembangunan jalan yang dianggarkan tahun 2007 lalu amburadul.

Salah satu contoh kata H. Latief proyek pengaspalan posros Baraka-Alla yang volumenya sekitar 6 kilometer, sampai Januari ini, baru dikerjakan sekitar enam meter. “Ini kan aneh, proyek tahun 2007 tapi sampai tahun 2008 baru dikerjakan sekitar enam meter,” ujar H. Latief kepada wartawan di kantor DPRD kemarin.

Selain itu lanjut legislator PBB ini, poros Pasui-Bungin juga belum rampung saat ini. Begitupun dengan poros Leoran-Kabere, sampai saat ini belum bisa dimanfaatkan karena rekanan yang megerjakan proyek miliaran rupiah ini, baru mengerjakan jembatan, sementara badan jalan belum disentuh sama sekali.

“Poros Curio-Pekajo juga amburadul, kerikilnya berserakan di jalan, sehingga sulit untuk dilalui kendaraan,” ungkapnya lagi. Ini kata dia tanggungjawab kontraktor, karena pemerintah sudah menyiapkan anggarannya, namun hasil pekerjaan di lapangan tak kunjung rampung.

Komisi II kata Latief, berencana akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengklarifikasi masalah ini.(k4)