ENREKANG — Menyikapi keresahan masyarakat karena meningkatnya jumlah korban gigitan anjing gila di Kecamatan Baraka dan Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang, Dinas Pertanian setempat melalui bidang peternakan, langsung memerintahkan kepada para camat untuk segera memusnahkan anjing liar yang tidak bertuan.Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Enrekang drh Junwar kepada Fajar mengatakan bahwa pihaknya telah mendapat laporan dari masyarakat, termasuk dari Dinas Kesehatan, tentang meningkatnya kasus gigitan anjing gila di Enrekang.

Untuk itu kata Junwar, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi dengan membentuk tim untuk memusnahkan anjing yang berkeliaran. Termasuk meminta bantuan kepada para camat untuk mengkoordinir pemusnahan ini.

“Kita juga sudah surati camat untuk membantu melakukan pemusnahan. Selain itu, anjing peliharaan warga harus divaksin, paling tidak dikurung,” ujar Junwar via ponselnya, kemarin.

Junwar juga mengatakan bahwa Dinas Peternakan telah menyiapkan vaksin untuk anjing peliharaan warga. “Kita sudah turunkan tim untuk melakukan vaksin terhadap anjing warga, tim ini sudah bekerja sejak tiga hari lalu,” ungkapnya.

Sementara vaksin untuk orang yang terkena gigitan anjing kata Junwar, sedikit terhambat karena harganya yang terlalu mahal, yakni Rp500 ribu per dosis. “Vaksin untuk orang ini juga sudah kita upayakan,” kuncinya. (k4)