ENREKANG — Para pejabat dan pengusaha khususnya kontraktor yang beragama Islam di Kabupaten Enrekang, diwajibkan untuk tahu membaca Alquran.Jika tidak, maka pangkat atau golongan pejabat yang bersangkutan tidak akan dinaikkan. Begitupun dengan para pengusaha dan kontraktor, untuk mengikuti sebuah tender proyek, mereka harus dites mengaji.

Hal tersebut dikemukakan Bupati Enrekang H. La Tinro La Tunrung di Kafe Nikita Zuka Selasa malam, 22 Januari. Dia menjelaskan, kewajiban tersebut nantinya akan dituangkan dalam bentuk peraturan daerah (Perda). Pemerintah daerah kata dia, saat ini tengah mempersiapkan bahan untuk menyusun Perda tersebut.

Menurut La Tinro, Enrekang yang dikenal sebagai daerah dengan masyarakat yang religius, harus mampu melaksanakan ajaran-ajaran agama.

“Jika Perda tersebut sudah berjalan, maka pejabat yang akan naik eselon, harus dites mengaji dan yang melakukan tes adalah saya selaku bupati, sementara untuk kontraktor yang mengikuti tender di dinas atau unit kerja, harus dites oleh Kepala Dinas itu sendiri. Makanya Kepala unit kerja yang harus dites duluan,” urainya.

Perda tersebut juga lanjut dia, nantinya akan berlaku bagi siswa Sekolah dasar. “Harapan kita, sebelum siswa SD melanjutkan pendidikannya ke tingkat SLTP, mereka (siswa, red) sudah tahu membaca Alquran,” paparnya lagi.

Kendati demikian, rencana tersebut kata dia, tetap harus dikembalikan ke masyarakat dan anggota DPR selaku badan legislatif.

“Mudah-mudahan masyarakat dan DPR dapat menyetujui usulan ini. Makanya mulai sekarang pejabat dan kontraktor yang belum tahu mengaji, harus segera belajar,” imbaunya. (k4)