ENREKANG — Rendahnya kualitas proyek yang dikerjakan pada tahun anggaran 2007 lalu, ditanggapi Kepala Dinas PU dengan mengumpulkan seluruh konsultan yang ada di Enerkang.Pertemuan yang berlangsung di Kafe Nikita Zuka Enrekang itu, selain konsultan lokal, juga dihadiri oleh pengurus Ikatan Konsultan dari Provinsi.

Dalam pertemuan itu terungkap bahwa amburadulnya proyek di Enrekang selama ini, disebabkan karena serba kekurangan yang dimiliki semua pihak, mulai dari konsultan, kontraktor termasuk pengawas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Enrekang, Ir Sugihardjo mengatakan bahwa kemampuan rekanan yang ada di Enrekang selama ini, cukup terbatas.

“Bagaimana mau bagus kalau kontraktornya tidak memiliki alat yang memadai, Sumber Daya Manusia (SDM) serta kemampuan finansial yang juga terbatas. Akibatnya mereka hanya mengandalkan uang muka untuk memulai sebuah proyek,” ungkapnya.

Sementara dari segi perencanaan lanjutnya, semua dikerjakan terburu-buru. Akibatnya hasilnya tidak maksimal. “Konsultan juga tidak punya keberanian untuk menolak pekerjaan, kalau memang tidak mampu, maka jangan kerjakan,” kata Sugihardjo.

Moral para kontraktor, konsultan dan pengawas lanjut Sugihardjo, sangat menjadi penentu untuk menghasilkan kualitas pekerjaan yang baik.

“Kendala kita selama ini karena kontraktor tidak memiliki pelaksana di lapangan, sehingga kami selaku konsultan bingung mau konsultasi ke mana,” ujar Gappar, salah satu konsultan yang hadir dalam pertemuan itu. (k4)