ENREKANG — Sejak beberapa pekan terakhir, masyarakat Kabupaten Enrekang resah lantaran adanya isu yang berkembang bahwa sekelompok pelaku mutilasi atau dalam bahasa lokal Paccepong (Tukang penggal leher) telah menyebar di Bumi Massenrempulu, untuk mencari korban.Entah siapa yang pertama kali menyebarkan isu tersebut, yang jelas akibat kabar burung tersebut, sebagian besar masyarakat Enrekang resah.

Bahkan isu ini juga telah menyebar hingga ke siswa Sekolah Dasar (SD). Sejumlah orang tua murid di Kabupaten Enrekang mengaku anaknya sudah enggan ke sekolah lantaran takut dengan adanya isu Paccepong itu.

“Anak saya sudah tidak mau ke sekolah kalau tidak diantar dan dijemput, gara-gara teman kelasnya memberi tahu kalau akan ada Paccepong,” ujar Jusman, salah satu orang tua siswa. Isu ini juga telah membuat aparat kepolisian kerepotan untuk melacak kebenarannya, karena pada akhir pekan lalu, beredar informasi bahwa telah ditemukan satu korban mutilasi di Kecamatan Baraka. Setelah aparat turun ke lapangan, ternyata informasi tersebut tidak benar.

Kasat reskrim Polres Enrekang, AKP Muh natsir Syafri yang dikonfirmasi membenarkan adanya isu yang meresahkan warga.
“Isu ini sudah tiga pekan beredar, dan telah membuat resah masyarakat, termasuk pemerintah, padahal ini tidak benar, makanya saya minta kepada seluruh masyarakat untuk tidak mempercayai hal ini,” ujar Muh Natsir.

Kasat menambahkan, pihak kepolisian sudah 14 hari melakukan penyelidikan di lapangan terkait isu tersebut, bahkan lanjutnya, Polres telah memerintahkan seluruh Polsek untuk melakukan pelacakan kebenaran kabar adanya Paccepong, namun sampai saat ini semuanya hanya bohong belaka.

“Sekarang saya sudah perintahkan anggota untuk menangkap pelaku yang menyebarkan isu itu, karena ini menyesatkan warga,” tegasnya.(k4)