ENREKANG — Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran, harus diakui menyulitkan masyarakat. Kelompok yang paling merasakan dampak dari kenaikan harga ini adalah warga pra sejahtera.Bagaimana tidak, setelah harga kebutuhan lainnya di Kabupaten Enrekang melonjak di pasar-pasar tradisional, kini giliran beras untuk warga miskin (Raskin) yang ikut mengalami kenaikan harga.

Jika pada tahun 2007 lalu harga Raskin hanya Rp 1000 per kilogra, maka pada tahun 2008 ini dipatikan akan naik menjadi Rp 1.600 per kilogram.

Kepala Bidang Keluarga Sejahtera (KS) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKB) Enrekang, Dra Latifa Ismail mengatakan bahwa kenaikan harga untuk raskin ini, bukan kebijakan Pemerintah Enrekang, melainkan atas kebijakan Dolog Sidrap, sesuai dengan surat penyampaiannya yang diterima BKKB Enrekang. “Jadi naik Rp 600 per kilogram dibanding tahun lalu, ini sesuai surat dari Dolog Sidrap yang kita terima,” ujar Latifa di ruang kerjanya. Dia mengungkapkan, untuk menghindari pertanyaan dari masyarakat akibat adanya kenaikan harga ini, BKKB meminta kepada pihak Dolog agar terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelum disalurkan.

“Kita sudah sampaikan ke Dolog untuk melakukan sosialisasi dalam waktu dekat, rencananya sosialisasi itu digelar tanggal 1 Februari,” paparnya. Dia juga mengungkapkan bahwa, jatah beras miskin untuk Kabupaten Enrekang pada tahun 2008 ini, mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. “Tahun ini kita mendapat jatah 1.230.500 kilogram, tahun lalu hanya 100.080 kilogram. Ini disalurkan dalam selama 12 bulan. Jatah ini lanjutnya, akan diterima 12.300 Rumah tangga Miskin (RTM) se Kabupaten Enrekang, dengan jatah 10 kilogram per RTM. (k4)