Enrekang — Perseteruan antara Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan Kepala Desa saruran, semakin memanas, setelah Ketua BPD beserta pendukungnya mendatangi DPRD beberapa lalu, kini giliran Kepala desa saruran yang membawa massanya ke DPRD Enrekang, Rabu 30 Januari kemarin.Dalam aksi tersebut, ratusan massa yang mengaku warga Desa Saruran mendesak DPRD agar segera bertindak untuk mengganti Ketua BPD desa saruran, Imran Majid.

Beberapa waktu lalu, Ketua BPD Desa Saruran Kecamatan Anggeraja Enrekang, Imran Majid, mendatangi DPRD dan menuntut agar kepala Desa Saruran Narlan Siming mengunsurkan diri, karena dinilai tidak transparan dalam pengelolaan keuangan desa.

Namun pada siang kemarin, giliran Imran majid yang dituntut warga mengundurkan diri, masyarakat pendukung Kepala desa meminta DPRD agar segera mengganti Kepala BPD, karena dinilai tidak lagi menjalankan tugasnya sebagai ketua BPD.

Massa juga mengaku sering diteror oleh pendukung Ketua BPD, sehingga masyarakat Desa Saruran kini tidak tenang lagi dalam menjalankan kehidupannya.

Untuk itu, selain menuntut Kepala BPD diganti, warga juga mendesak DPRD agar memanggil Asisten I Amiruddin, Camat Anggeraja Hamzah, Kabag Pemdes Muslimin, untuk membicarakan agar memberikan sanksi terhadap oknum masyarakat yang sengaja menebarkan isu dan teror di masyarakat.

“Kami ingin meluruskan persoalan sebenarnya, bahwa demo yang dilakukan Imran sangat sepihak dan memalsukan tanda tangan warga,” kata Garung perwakilan massa pendukung Kepala Desa.

Garung juga menambahkan bahwa perbuatan Imran cs sudah meresahkan warga saruran. “Dan jika tuntutan kami tidak disalurkan maka kami terpaksa akan mengusir Imran dari desa saruran,” Kata Garung.

Dua Wakil ketua DPRD, Mustakim dan Syafruddin beserta Ketua Komisi I Nurman As, yang menerima massa mengatakan akan membahas aspirasi yang yang telah disampaikan warga.

“Legislatif sebagai lembaga penerima aspirasi akan mengupayakan memanggil pihak terkait untuk segera menyelesaikan persoalan ini,” kata Nurman. (k4)

Iklan