ENREKANG — Seluruh Puskesmas dan Posyandu yang ada di Kabupaten Enrekang, Rabu 30 Januari kemarin, diserbu ratusan warga, mulai dari yang tua hingga anak-anak. Maklum, Dinas Kesehatan Enrekang, melakukan aksi bagi-bagi obat anti filariasis (kaki gajah) secara serentak di setiap desa.

Aksi pencanangan pencegahan penyakit kaki gajah ini dilakukan pemerintah daerah setelah Kabupaten Enrekang masuk kategori endemi filariasis.

“Enrekang sudah termasuk wilayah endemi, karena telah ditemukan tujuh penderita. Makanya mulai hari ini, kita melakukan pembagian obat secara gratis kepada seluruh warga,” ungkap Kadis Kesehatan Enrekang, dr Iriani.

Iriani juga mengatakan bahwa, untuk mencegah agar penyakit ini tidak menelan korban lagi, maka masyarakat harus minum obat secara teratur, sekali dalam satu tahun, selama lima tahun.

“Filariasis ini cukup berbahaya, karena akan menyebabkan seseorang cacat seumur hidup, dan bahayanya lagi karena penyakit ini dapat disebarkan melalui nyamuk berbagai jenis. Itu makanya harus kita antisipasi sejak dini,” kata Iriani. (k4)