ENREKANG — Rencana pemerintahn Kabupaten Enrekang untuk mengasuransikan warganya, akhirnya diwujudkan. Itu setelah Peraturan Bupati Nomor 02 Tahun 2008 tentang pemberian bantuan sosial santunan kematian untuk masyarakat Enrekang diterbitkan.Peraturan bupati ini mulai berlaku sejak 1 Februari 2008. Dengan demikian, warga Kabupaten Enrekang yang meninggal dunia sejak 1 Februari, berhak mendapat santunan sesuai yang diatur dalam SK tersebut, yakni Rp1.500.000 bagi kepala keluarga yang meninggal dan Rp1.000.000 bagi anggota keluarga yang meninggal.

Asisten I Bidang pemerintahan Setda Enrekang, M. Amiruddin mengatakan bahwa, untuk mendapatkan dana santunan kematian ini, memerlukan beberapa syarat-syarat, seperti, penduduk dalam daerah yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Bagi penduduk yang sudah cukup umur tapi tidak memiliki KTP, maka harus dibuktikan dengan Kartu Keluarga atau surat keterangan yang menjelaskan bahwa penduduk yang bersangkutan betul-betul warga Massenrempulu,” kata Amiruddin di ruang kerjanya, kemarin.

Penyaluran bantuan ini akan dilakukan di tingkat kecamatan dengan melibatkan Lurah dan Kepala Desa setempat. Amiruddin menambahkan, untuk menjamin kesiapsiagaan dan percepatan penyaluran bantuan ini, maka diperlukan stok dana di setiap kecamatan minimal Rp20 juta.

Camat Maiwa Sangkala kepada Fajar mengaku telah merealisasikan program ini. Pihaknya juga kata Sangkala, telah melakukan sosialisasi kepada setiap Desa yang ada di wilayahnya.

“Ada warga saya di kecamatan Maiwa yang sudah mendapatkan bantuan ini, karena salah satu keluarganya meninggal setelah peraturan Bupati ini ditetapkan,” kata sangkala. (k4)