ENREKANG — Penyakit diare di Kabupaten Enrekang mulai mewabah. Dalam dua hari terakhir, tercatat sudah empat penderita diare yang terbaring di RSU Massenrempulu. Korban yang dirawat tersebut masing-masing Haminuddin, 38, Juliani, 40, Abdul Malik, 19, dan Muh Fitra, 4 bulan.Menurut salah satu dokter di rumah sakit Massenrempulu, meningkatnya penderita diare ini disebabkan karena adanya pergantian musim. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan.

Kabupaten Enrekang memang dikenal sebagai daerah sarang diare, karena sesuai data yang ada di Dinas Kesehatan Enrekang, dalam satu tahun, penderita diare di Enrekang tidak kurang dari 10 ribu jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Enrekang dr Iriani mengatakan bahwa masalah kebersihan lingkungan termasuk makanan yang dikonsumsi masyarakat, menjadi faktor penyebab timbulnya penyakit ini.

“Jadi masyarakat harus memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi benar-benar sudah bersih, begitupun lingkungan di sekitar tempat tinggalnya,” kata Iriani kepada Fajar, kemarin.

Air yang diminum lanjut dia, juga harus disterilkan dari kuman. “Sebelum diminum, air itu harus mendidih selama lima menit, jangan baru mendidih langsung dimatikan kompornya,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan bahwa penyakit ini biasanya paling banyak menyerang anak balita, sehingga orang tua harus mengawasi kebersihan makanan anaknya. (k4)