ENREKANG — Jargon Kabupaten Enrekang sebagai daerah bebas Judi, tampaknya harus ditinjau kembali. Pasalnya aksi judi sabung ayam masih ditemukan di kecamatan Alla Kabupaten Enrekang.Ironisnya, para pelaku cukup berani dalam melakukan aksinya, karena kegiatan sabung ayam ini dilakukan di tengah Pasar Sentral Sudu. Parahnya lagi karena kegiatan ini dilakukan setiap hari pasar, yakni Selasa dan Jumat.

Akibatnya, kegiatan terlarang ini dijadikan sebagai tontonan gratis pengunjung pasar. “Ini sudah berlangsung sejak lama Pak, saya juga tidak tahu apa polisi tahu atau pura-pura tidak tahu,” ujar salah satu pedagang pasar Sudu, yang minta namanya tidak dikorankan.

Pantauan Fajar di Pasar Sudu, Jumat 8 Pebruari kemarin, kegiatan judi ini berlangsung di bagian utara Pasar Sudu. Mereka menggunakan lorong yang ada di antara kios pasar. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 09.00 wita, dan baru berakhir pukul 12.00.

Setidaknya sudah tiga pasang ayam yang diadu, dengan taruhan yang bervariasi, mulai dari Rp750 ribu hingga Rp1 juta rupiah.

Informasi dari warga sekitar menyebutkan, aksi judi ini berlangsung hingga sore hari, tanpa “gangguan” dari aparat keamanan. Menurut pedagang pasar, tak jarang aparat kemanan dari kepolisian khususnya Polsek Alla, datang di lokasi sambil menonton aksi ini, namun hingga aksi berakhir, tak satupun dari pelaku yang diamankan.

Pedagang yang ada di sekitar arena judi ini, sebenarnya resah dengan adanya rena sabung ayam karena dagangan mereka selalu sepi dari pembeli.

Kapolres Enrekang, AKBP Endi Sutendi yang dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengamanan sejak beberapa pekan terakhir,

namun kata dia, setiap kali akan dilakukan penggerebekan, informasi itu selalu bocor. “Kita sudah pernah mendatangi lokasi itu, tapi ketika aparat datang, pelaku sudah bubar,” ujar Endi. (k4)