ENREKANG– Bupati Enrekang, H La Tinro La Tunrung mengimbau petani kopi di Massenrempulu, tetap menjaga kualitas komoditi kopi mereka sebelum menjual ke pasaran.Di hadapan pengurus Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APKI) Enrekang, La Tinro mengatakan, nama Kabupaten Enrekang pernah dikenal hingga ke mancanegara melalui kopi Kalosi-nya.

Namun harga kopi tersebut anjlok akibat ulah oknum tertentu yang mencampur kopi Kalosi dengan kopi jenis lain. “Untuk itu, jangan sampai hal ini terulang lagi.

Dengan adanya asosiasi yang terbentuk saat ini, kita berharap kualitas kopi kita bisa terjaga,” ujar Tinro saat mengukuhkan pengurus APKI di Kecamatan Masalle, Senin 11 Februari kemarin.

Menurut bupati, pemerintah saat ini telah berupaya memurnikan tanaman kopi Kalosi yang mulai langka.

“Kopi Kalosi ini hanya bisa tumbuh di tiga negara dan hanya di Kabupaten Enrekang di Indonesia yang bisa kita tempati mengembangkan kopi itu. Harganya juga saat ini mencapai Rp100.000 per kilogram,” ucapnya. (k4)