ENREKANG– Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Enrekang ternyata sebagian besar bersumber dari orang sakit. Rumah sakit dan puskesmas dianggap mempunyai andil besar dalam peningkatan pendapatan. Konsekuensinya, tidak ada alasan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk setengah hati dalam melayani pasien, baik di rumah sakit maupun puskesmas.

Pada 2007 saja, dari Rp16.671.671.638 target PAD, Rp3.6 miliar di antaranya disumbang para orang sakit.

Kemudian sumber lain diperoleh dari berbagai retribusi dan pajak lainnya. “Memang PAD kita lebih banyak bersumber dari rumah sakit.

Pada 2008 ini, target PAD kita juga terbesar dari rumah sakit,” ujar Abdul Latief, Kepala Bidang Penerimaan Badan Pengelolah Keuangan Daerah (BPKD) Enrekang, di ruang kerjanya, Selasa 12 Februari kemarin.

Menurut Abdul Latief, target PAD 2008 ini, mencapai Rp17.8 miliar lebih. Dari target
tersebut lanjutnya, Rumah Sakit Massenrempulu ditarget Rp4.5 miliar lebih. “Jadi target PAD yang bersumber dari rumah sakit tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu, sekitar Rp1 miliar lebih,” ungkapnya.

Abdul Latief mengaku BPKD cukup optimis dapat merealisasikan target PAD 2008 tersebut. Khusus untuk rumah sakit, penerimaan dana askes kini sudah dimasukkan dalam PAD. “Jadi ada penerimaan yang signifikan dari askes,” imbuhnya.

Latief merinci total target PAD tersebut terdiri atas pajak daerah sebesar Rp1.528.694.000, retribusi sebesar Rp7.404,289.177, termasuk di dalamnya rumah sakit.

Selain itu, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan diharapkan mampu menyetor PAD sebesar Rp2.587.901.461, serta lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp6.330.787.000. (k4)