ENREKANG– Beberapa Kecamatan di Kabupaten Enrekang, mulai kehabisan dana cadangan untuk biaya santuan bagi warga yang meninggal. Padahal program pemerintah daerah tersebut, baru dimulai pada 1 Pebrurai tahun ini.

Atas kebijakan itu, setiap kecamtan, Februari ini diberikan dana cadangan masing-masing Rp10 juta guna mengantisipasi sewaktu-waktu ada warga meninggal.

Kendati demikian sampai saat ini sudah empat kecamatan yang dilaporkan telah kehabisan dana cadangan tersebut. Kecamatan itu masing-masing Enrekang, Baraka, Malua, dan Kecamatan Anggeraja.

Camat Enrekang, Imran Bidohang yang ditemui akhir pekan lalu mengaku benar telah kehabisan dana cadangan. Bahkan katanya, jumlah dana yang diberikan ke warga yang meninggal di daerahnya telah melebihi kuota.

“Di Kecamatan Enrekang dalam Februari ini, ada lima kepala keluarga (KK) yang meninggal masing-masing keluarga mendapat Rp1,5 juta dan lima anggota keluarga masing-masing Rp1 juta. Dengan demikian total dana yang disalurkan mencapai Rp12.5 juta,” kata Imran.

Demikian pula kecamatan lain. Jumlah warga yang meninggal jauh lebih banyak dibanding dana yang tersedia. Dengan demikian para camat kewalahan mengatasinya.

Kasubag Pengembangan Administrasi Sosial dan Budaya Pemkab Enrekang, Emmy Idris membenarkan, jika keempat kecamatan itu sudah mulai kehabisan dana santunan kematian. “Kini keempat kecamatan itu sudah memohon lagi. Permintaan itu segera disalurkan,” kata Emmy.

Sementara itu Camat Alla, Drs Kamaruddin juga mengaku telah kehabisan dana cadangan. Sejak Februari ini, jumlah warga Kecamatan Alla yang meninggal sudah 12 orang.

“Tapi sudah ada tambahan yang kami terima Rp20 juta. Kita harus selalu siap siaga. Sebelum jenazah dimakamkan, keluarga sudah harus menerima bantuan tersebut,” ungkapnya. (k4)