ENREKANG– Bahan bakar minyak (BBM), terutama premium (bensin) di Kabupaten Enrekang sejak Sabtu 23 Pebruari hingga Minggu 24 Februari kemarin sulit diperoleh. Akibatnya pemilik kendaraan, sopir, dan pengendara motor harus antre selama 24 jam di Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) dalam Kota Enrekang.

Bahkan beberapa warga dari daerah lain yang kebetulan melintas di Kabupaten Enrekang dan kehabisan bahan bakar harus menginap di sekitar SPBU Kota Enrekang.

“Kita terpaksa menginap di sini. Mau jalan, bensin habis, sementara stok SPBU juga habis,” ujar Herman, 27 tahun, pengendara dari Parepare menuju Tana Toraja. Sial bagi Herman, premium motornya habis di Enrekang. Tak pelak lagi, dia harus menginap di Enrekang.

Sesuai pemantauan sejak Sabtu dan Minggu siang kemarin, selain SPBU, stok di tingkat pengecer (penjual botolan) juga sangat susah ditemukan. Tak seorang pun penjual botolan yang memiliki stok.

Sementara hingga pukul 13.00 Wita, Minggu 24 Februari kemarin, mobil pengangkut premium dari Parepare yang biasanya memasok bensin ke SPBU Enrekang, tak kunjung datang. Padahal puluhan kendaraan, baik motor maupun mobil sudah menunggu sejak pagi.

Di tempat terpisah, pengelola SPBU Enrekang, Drs Saleh Nuhung mengakui kalau jatahnya setiap hari hanya 8.000 liter. Namun dalam dua hari terakhir, stok cepat habis. Itu menurut dia, dipengaruhi meningkatnya pengisian kendaraan.

Selain warga Enrekang, juga ada ratusan pengendara asal Tana Toraja berbondong-bondong datang membeli bensin. “Sebenarnya kita tidak ada masalah.

Hanya karena di Toraja kehabisan stok sehingga warga dari sana ramai-ramai ke Enrekang melakukan pengisian dan rata-rata membawa jeriken,” ujarnya.

Saleh juga mengakui jatah untuk Sabtu dan Minggu telah habis sejak Sabtu petang. “Padahal Sabtu pagi, stok kita masih 14 ton, tapi itu langsung habis dalam beberapa jam saja,” paparnya.

Dari hasil konfirmasinya ke Pertamina Parepare, Saleh mengaku memperoleh alasan bahwa terhambatnya pasokan ke SPBU, disebabkan faktor cuaca (ombak air laut) yang menyulitkan kapal tanker mengantar bahan bakar ke Parepare. (k4)